Dua Naga Raksasa Disiapkan untuk Erau 2025

patung naga untuk erau 2025 (Dilla)
patung naga untuk erau 2025 (Dilla)

TENGGARONG – Dua patung naga telah dipersiapkan untuk perayaan Erau Adat Kutai 2025. Proses ini berlangsung di Museum Mulawarman, Tenggarong.

Naga yang menjadi ikon utama ritual mengulur naga menuju Kutai Lama ini tidak hanya bernilai seni, tetapi juga sarat makna sakral yang diwariskan turun-temurun. Kepala tukang pembuat naga, Encek Iswan, menjelaskan bahwa proses pembuatan sudah berlangsung lebih dari dua minggu dengan melibatkan 20 pekerja. Naga dibuat dari anyaman rotan yang kemudian dibalut kain kuning, dihiasi sisik berwarna 14 macam, dan dipasang kepala serta ekor.

“Satu naga panjangnya 17 meter dengan lebar mencapai 80–85 cm. Bagian yang paling lama adalah pemasangan sisik, karena butuh kesabaran dan memakan waktu lima hari untuk satu naga,” ungkapnya.

Teks Foto: Proses Pemasangan sisik naga (DILLA)
Teks Foto: Proses Pemasangan sisik naga (DILLA)

Selain sebagai karya seni, naga ini diyakini memiliki nilai spiritual. Sesajen dipasang di bawah naga karena dipercaya sudah diisi penunggu setelah dibentuk dan dihias. Masyarakat juga memaknai sisik naga sebagai simbol berkah.

“Biasanya saat sisik dipasang, banyak warga yang berbondong-bondong mengambil potongan sisik sebagai berkat saat nanti naga dilempar ke Sungai Mahakam kecuali Kepala dan Buntut,” tambah Iswan.

Dua ekor naga yang dikerjakan tahun ini menelan biaya sekitar Rp32 juta. Saat prosesi Erau nanti, naga akan diturunkan dari museum, kemudian diarak menuju kapal untuk dibawa ke Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana.

Tradisi mengulur naga menjadi salah satu puncak Erau yang dinantikan masyarakat. Naga bukan sekadar karya seni, tetapi lambang keseimbangan, doa keselamatan, serta penghormatan pada leluhur yang tetap dijaga hingga kini.

Teks Foto: Proses Pemasangan sisik naga (DILLA)
Teks Foto: Proses Pemasangan sisik naga (DILLA)

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah memastikan seluruh rangkaian Erau Adat Kutai 2025 sudah dikunci setelah rapat finalisasi yang berlangsung pada Rabu (3/9/2025).

Rapat yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan tidak ada perubahan dalam jadwal maupun kegiatan inti. Agenda sakral tetap dimulai lebih awal pada 12 September, sementara pembukaan resmi dijadwalkan pada 21 September di Stadion Rondong Demang Tenggarong.

“Semua sudah final, tidak ada yang berubah. Seluruh rangkaian akan berjalan sesuai rencana,” ujar Thauhid usai rapat.

Ia menyampaikan, pada 6 September mendatang, Pemkab Kukar akan mengumumkan secara resmi logo, tema, hingga rundown acara kepada publik dengan mengundang media lokal, nasional, hingga internasional.

Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait