Penanganan Stunting Kukar Jangan Kebanyakan Studi Banding

FOTO : Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah saat launching PSC 119. (Media Etam)
FOTO : Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah saat launching PSC 119. (Media Etam)

TENGGARONG – Pada 2024, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sudah memasang target penurunan angka stunting Kukar sebesar 14 persen. Angka ini, termasuk target besar bagi pemerintah Kukar. Pasalnya angka stunting masih di atas kepala 2. Maka dari itu, perlu tenaga dan strategi ekstra untuk penanganan stunting Kukar ini.

Pasalnya, berdasarkan data di tahun 2021, angka stunting di Kukar mencapai 26,4 persen. Kemudian 2022 karena adanya pandemi Covid-19 meningkat menjadi 27,1 persen.

Bacaan Lainnya

Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, penangan kasus stunting ini memang menjadi salah satu fokus pihaknya. Oleh sebab itu untuk di tahun 2024, perlu ada perubahan penanganan stunting Kukar, dimana tim terpadu harus lebih intens turun ke masyarakat.

“Kalau melihat hasil kerja-kerja tahun ini, saya meyakini terjadi penurunan kasus, hanya saja kedepan polanya harus diubah dan ditingkatkan. Dimana sepert studi banding kemana-mana, sudah harus dikurangi,” ucapnya.

“Kita harus fokus pada upaya penangan dan pengobatan,” sambungnya.

Lanjut Edi menjelaskan, dirinya tidak melarang dinas untuk melakukan studi banding soal menangani stunting ke daerah lain, karena ilmu itu memang terus mengalami perkembangan. Namun melihat kondisi saat ini dan sejumlah upaya studi banding yang sudah ada, pihaknya merasa perjalanan studi banding harusnya sudah tak terlalu dibutuhkan lagi.

“Saya tidak membatasi, hanya saja proporsinya yang harus mulai disesuaikan. Dimana kita harus fokus bekerja,” tutupnya. (rm6/mediaetam.com)

Baca juga: Bantu Penanganan Stunting Kukar, Sentuhan ADD Diperlukan

Bagikan:

Pos terkait