Mediaetam.com, Kukar – Hingga awal September 2023, dampak El Nino di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih sangat terasa. Kekeringan terjadi hingga membuat sejumlah sungai di beberapa wilayah di Kukar surut.
Salah satunya yaitu sungai yang ada di Kecamatan Muara Kaman. Pasalnya banyak warga desa yang bekerja di sana sebagai nelayan yang memanfaatkan sungai untuk menangkap ikan.
Dengan terjadinya kekeringan ini, banyak warga yang mengeluh kesulitan untuk mencari ikan akibat sungai yang mulai surut.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turiadi mengimbau warga untuk tetap tabah menghadapi kekeringan yang terjadi. Ia juga mengimbau warga untuk berinovasi dan beralih dari nelayan tangkap menjadi budidaya ikan.
Menurutnya, dengan menjadi budidaya ikan jika ditekuni maka lumayan menjanjikan, karena untuk perawatan dan pemasarannya cukup mudah.
“Agar terus bertahan warga harus berinovasi, bisa dengan cara menjadi pembudidaya ikan. Jadi tidak perlu lagi mengandalkan tangkapan,” ujar Wakil Ketua DPRD Kukar, Alif Turiadi. Kamis, (7/9/2023).
Selain itu, Alif menyatakan bahwa pihaknya siap membantu para nelayan yang ada di Kecamatan Muara Kaman untuk mengembangkan potensi perikanan di sana.
“Beberapa waktu lalu sempat ada warga yang minta bantuan alat nelayan. Ini akan kami perjuangkan aspirasinya. Untuk budaya ikan ini, memerlukan tenaga ahli. Jika diperlukan, kami akan membantu menyiapkannya,” ungkapnya.
Alif berharap dengan keadaan kemarau panjang ini, warga bisa terus bersiap diri menghadapinya. Serta menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasinya. (Indah Hardiyanti)








