Hari Guru di Kukar Jadi Momentum Tingkatkan Kualitas SDM untuk IKN

Ketua PGRI Kukar, Yonathan Palinggi. (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini terasa istimewa bagi para pendidik di Kutai Kartanegara (Kukar). Selain memperingati HUT ke-80 PGRI, juga bertepatan dengan perayaan 30 tahun Hari Guru. Ketua PGRI Kukar, Yonathan Palinggi, menyebut momen ini sebagai pengingat bahwa peran guru semakin penting di tengah persiapan seluruh daerah menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut Yonathan, Kukar kini berada dalam posisi strategis karena Kalimantan Timur (Kaltim) telah dicanangkan sebagai barometer pendidikan nasional. Guru memiliki andil besar dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai penopang masa depan wilayah yang menjadi pintu gerbang IKN.

Bacaan Lainnya

“Guru disiapkan sebagai ujung tombak mencetak SDM. Jakarta, Jawa, Sumatera, Sulawesi kini menjadikan Kalimantan Timur sebagai kiblat pendidikan baru, dan Kukar ada di posisi itu,” ujar Yonathan, Senin (24/11/2025).

Menurutnya kemajuan daerah ditentukan oleh tiga faktor: kekayaan sumber daya alam, penguasaan teknologi, dan kualitas SDM. Dua faktor pertama dapat dibeli maupun dipelajari, namun SDM harus dibentuk dan ditempa. Karena itu, guru menjadi garda terdepan dalam proses pembangunan tersebut.

Yonathan menyampaikan apresiasi terhadap Pemkab Kukar yang dinilainya konsisten memperhatikan kesejahteraan guru. Berbagai program seperti beasiswa, peningkatan kompetensi, serta insentif tambahan dinilai menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap para pendidik.

Jika ingin mencetak generasi cerdas, maka kesejahteraan guru harus menjadi fokus pertama. “Anak-anak mau pintar, gurunya dulu yang harus disentuh. Baik dari pendidikan, kompetensi, maupun kesejahteraannya,” ungkapnya.

Kesejahteraan Guru Membaik

Dalam lima tahun terakhir, Yonathan menilai kesejahteraan guru terus membaik. Kukar juga menjadi daerah dengan jumlah guru terbanyak di Kalimantan Timur, sehingga kebijakan yang terus memprioritaskan pendidikan sangat dirasakan manfaatnya oleh para tenaga pendidik.

“Bupati menegaskan tidak akan mengurangi apa yang sudah diterima guru, bahkan akan terus ditingkatkan,” tambahnya.

Yonathan juga berharap Pemkab Kukar terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendidikan dan peningkatan SDM. Ia menilai hal itu penting mengingat Kukar sebagai daerah penyangga IKN akan menjadi tujuan banyak pendatang, sehingga harus siap secara fasilitas pendidikan maupun kualitas sumber daya manusianya.

“Kami yakin, pemerintah Kukar sangat konsen. Itu sudah jelas tercermin dalam visi-misi bupati yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas,” tutup Yonathan.

Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait