Heboh Isu Babi Ngepet di Pal 9 Loa Kulu, Warga Mengaku Sering Kehilangan Uang Secara Misterius

Ilustrasi pesugihan babi ngepet. (IST)

TENGGARONG – Isu kemunculan hewan yang diduga babi ngepet kembali menghebohkan warga di kawasan Pal 9, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Fenomena yang dianggap mistis ini memicu keresahan lantaran dikaitkan dengan hilangnya sejumlah uang milik warga secara misterius.

Kabar ini sebenarnya bukan hal baru bagi masyarakat setempat. Beberapa tahun silam, laporan serupa sempat mencuat sebelum akhirnya mereda. Namun, sejak awal Februari 2026, teror tersebut kembali muncul dan menjadi buah bibir.

Bacaan Lainnya

Nisa, salah satu warga setempat, menuturkan bahwa hewan tersebut sering menampakkan diri saat malam hari. Kejanggalan mulai terasa ketika hewan itu sulit diabadikan secara visual dan diklaim kerap muncul di kolong rumah warga.

“Babi itu muncul lagi malam tadi sekitar jam delapan kurang. Sudah dua malam berturut-turut kami didatangi. Anehnya, kalau dia ada di bawah rumah, bayi di dalam rumah pasti menangis histeris,” ujar Nisa, Kamis (5/2/2026).

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Selain faktor mistis, keamanan harta benda menjadi pemicu utama warga meningkatkan kewaspadaan. Beberapa warga melaporkan sering kehilangan uang tunai dalam jumlah kecil namun konsisten, mulai dari rentang Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Warga Buru Babi Ngepet

Merespons hal tersebut, pada Rabu (4/2/2026) malam, sejumlah warga sempat melakukan upaya pengejaran menggunakan senter. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil lantaran hewan yang diduga babi ngepet itu sangat gesit melarikan diri ke area gelap dan semak belukar.

“Kami sudah coba rekam pakai HP, tapi langsung hilang atau tidak kelihatan di kamera. Sekarang warga lebih pilih berjaga-jaga setiap malam,” tambahnya.

Hingga saat ini, kebenaran mengenai apakah hewan tersebut babi hutan biasa atau “hewan jadi-jadian” sebagaimana diyakini sebagian warga, masih belum dapat dipastikan secara objektif.

Warga kini mengintensifkan siskamling guna memastikan keamanan lingkungan. Meski belum ada laporan kehilangan dalam jumlah besar, warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta menyimpan barang berharga di tempat yang lebih aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait