Mediaetam.com, Kukar – El Nino menyebabkan intrusi air laut dan risiko kebakaran hutan. Wilayahnya berbatasan langsung dengan laut, membuat Anggana yang merasakan dampak intrusi air laut dahulu.
Selain itu, masih banyak hutan, juga membuat risiko kebakaran hutan tinggi. Belajar dari kemarau-kemarau sebelumnya, masyarakat mesti melakukan manajemen air.
Camat Anggana, Rendra Abadi mengatakan memasuki awal musim kemarau, biasanya mempengaruhi curah hujan dan akan berdampak kekeringan.
Dia pun telah mengimbau masyarakat untuk menyiapkan penampungan-penampungan air bersih.
“Kondisi intrusi air laut saat ini masih normal. Tetapi diperkirakan dua Minggu lagi intrusi air laut akan menaikan kadar klorida di Sungai Mahakam,” ucap Camat Anggana, Rendra Abadi. Jumat, (4/8/2023).
“Kemarau ini bukan hanya air, namun kita waspada juga dengan kebakaran hutan,” ujarnya.
Untuk itu, Rendra meminta pihak desa terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Supaya, tidak ada yang membakar lahan, lalu menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Tambah Kendaraan Pemadam Kebakaran
Menanggapi kondisi ini, Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar telah melaksanakan beberapa program. Salah satunya dengan mengalokasikan dana untuk penambahan kendaraan pemadam kebakaran. Penambahan ini menjadi penting karena mereka bisa menangani kebakaran secara cepat. Sehingga, api tidak meluas dan kebakaran besar yang mengakibatkan kabut asap bisa terhindarkan.
“Saat ini terdapat dua kendaraan pemadam kebakaran baru yang akan ditempatkan di Samboja dan Kembang Janggut. Harapannya ini bisa membantu dalam tugas mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran,” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)
Baca Juga: El Nino Menguat, Kemarau di Samarinda Diperkirakan Bisa Sampai Oktober








