Kawasan Turap Tenggarong Jadi Titik Kumpul Favorit Para Pemancing, Terutama saat Air Pasang

Pemancing disekitaran turap Jalan Kartini, Tenggarong, Jumat (9/1/26). (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Pemandangan sore di sepanjang pinggiran Sungai Mahakam, mulai dari kawasan Turap Jalan Panjaitan hingga Jalan Kartini, tampak berbeda pada Jumat (9/1/2026). Kawasan yang berdekatan dengan Jembatan Kedaton ini ramai dipadati warga yang menyalurkan hobi memancing.

Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampak berjajar rapi di tepi sungai, menunggu kail mereka disambar oleh penghuni Sungai Mahakam. Fenomena ini menjadi pemandangan rutin warga Tenggarong saat memasuki waktu sore hari.

Roni, warga Kukar yang ditemui di lokasi, mengaku area turap tersebut sudah menjadi titik favoritnya sejak lama.

“Saya biasa di sini dari dulu. Kalau lagi beruntung, biasanya bisa dapat ikan repang atau udang galah,” ujar Roni sembari mengawasi joran pancingnya.

Air Pasang Jadi Kunci

Menurut para pemancing, sore ini merupakan waktu yang ideal karena kondisi air sungai tengah pasang. Secara naluriah, saat air naik (pasang naik), ikan-ikan cenderung lebih aktif mencari makan hingga ke pinggir sungai, sehingga lebih mudah memakan umpan yang dipasang.

“Kondisi air pasang seperti ini memang yang dicari para pemancing dan nelayan, ikan lebih banyak dan lebih gampang ‘makan’ umpan,” tambah Roni.

Malam Hari Kian Ramai di Jembatan Besi

Aktivitas ini akan terus berlangsung hingga larut malam. Menariknya, selain kawasan turap yang terang benderang, area di sekitar jembatan besi yang kini telah ditutup juga menjadi magnet tersendiri bagi para pemancing malam.

“Malam hari biasanya justru lebih ramai lagi. Apalagi di sekitaran jembatan besi yang sudah ditutup itu, banyak yang kumpul di sana karena suasananya lebih tenang dan biasanya ikannya lebih besar,” ungkapnya.

Selain menjadi sarana hiburan murah meriah bagi keluarga, aktivitas memancing di tepian Mahakam ini juga menghidupkan ekonomi kecil di sekitarnya, seperti pedagang umpan pancing hingga penjaja makanan ringan yang mangkal di sepanjang jalan.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait