Kukar Tunggu Komitmen Pusat Soal Potensi Pendapatan Kukar Hilang Karena Sebagian Wilayah Masuk IKN

TENGGARONG. Hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya yang berada diantara wilayah Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara (Kukar) & Balikpapan tentunya sangat disambut dengan baik dan positif untuk pemerataan pembangunan.
Bertepatan dengan adanya IKN, Kukar yang menjadi salah satu wilayah pengembangan IKN, dipastikan kedepannya akan kehilangan 3 Kecamatannya yang diantaranya Samboja, Muara Jawa dan Samboja Barat yang merupakan wilayah potensial untuk Pemkab Kukar.
“Selasa kemarin (5/12, Red), kami sudah menghadiri Seminar Nasional terkait tentang pengembangan IKN, dalam agenda tersebut apa yang telah kami diskusikan terkait lepasnya daerah-daerah kukar yang berdampak pada pendapatan daerah juga telah kami sampaikan,” ucap Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar Maman Setyawan.
“Meski kami cukup merasa kecewa dengan hadirnya pihak pemerintah pusat yang hanya diwakilkan staff,” ucapnya.
Lanjutnya, meski demikian pihaknya tetap berharap apa yang menjadi persoalan di Kukar dapat diperhatikan, seperti persoalan pelepasan 3 Kecamatan yang berdampak langsung terhadap perekonomian Kabupaten.
“Harapan kami sederhana, yaitu pemerintah pusat bisa memperhatikan apa yang kami alami, selama ini kami merasa apa yang kami sampaikan terkesan tidak tersampaikan,” tegasnya.
Lanjut Maman Setyawan, Apalagi dengan lepasnya 3 Kecamatan ini cukup berdampak signifikan terhadap ekonomi di daerah. Pasalnya angka kehilangan anggaran yang diperoleh Pemkab Kukar terlepas dari investasi bangunan dll itu mencapai di Angka 1,9 Triliun.
“Pasca seminar itu, Kami menginginkan adanya komitmen khusus pemerintah pusat untuk mengganti angka yang akan hilang di Kukar pasca pengambangan IKN, dalam bentuk apa pun,” terangnya.
“Oleh sebab itu hingga saat ini kami masih menunggu apa yang akan ditindak lanjuti pemerintah pusat, usai seminar nasional tersebut,” tutupnya. (rm6/)

Bagikan:

Pos terkait