Maut Mengintai, Pekerja Tambang jadi Korban Tertimbun Longsor

Area pertambangan perusahaan PT Insan Bara Perkasa, panah merah area longsor yang menimbun korban (Doc. Mawardi)
Area pertambangan perusahaan PT Insan Bara Perkasa, panah merah area longsor yang menimbun korban (Doc. Mawardi)

KUKAR – Longsor yang terjadi pada malam hari sekitar pukul 21.00 WITA pada tanggal 23 Februari 2025, diduga di area PT IBP, KM 11 Loa Janan, menimbulkan kecemasan.

Tujuh orang karyawan menjadi korban dalam insiden tersebut, dengan lima korban telah ditemukan, namun dua lainnya masih hilang hingga tiga hari setelah kejadian.

Mawardi, paman dari salah satu korban, menceritakan peristiwa tersebut dan mengatakan bahwa dua korban yang masih hilang merupakan karyawan perusahaan tersebut.

“Satu korban adalah seorang supir dan satunya lagi operator,” jelasnya kepada pihak mediaetam.com

Menurut informasi yang didapat dari rekan kerja para korban, salah seorang korban sempat disuruh lari untuk menyelamatkan diri, namun justru memilih masuk ke dalam mobil, yang akhirnya tertimbun tanah.

“Mobil bersama korban yang ada di dalamnya tertimbun tanah, dan itu adalah keponakan kami,” ucapnya.

Meski pihak keluarga telah berkoordinasi dengan Basarnas dan kepolisian, dia merasa pencarian korban terhambat oleh sikap perusahaan yang menolak pihak berwenang untuk memasuki area tersebut.

Hingga berita ini dimuat, pihak PT IBP belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini.

Sementara itu, Kapolsek Loa Janan, AKP Abdillah Dalimunthe menyampaikan jika perusahaan dari hari pertama sudah menurunkan beberapa unit dan excavator besar.

“Masih proses pencarian 2 orang tertimbun batu bara, untuk kedalaman sekitar 20 meter tertimbun,” ungkapnya.

Sampai saat ini pencarian oleh Basarnas masih terus dilakukan dan pihak keluarga juga masih terus menunggu informasi atas proses pencarian tersebut. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait