Meniru Muara Siran, yang Menjaga Kelestarian dan Keindahan Desanya

Perahu menyusuri perairan Desa Muara Siran
Perahu menyusuri perairan Desa Muara Siran

Tenggarong – Desa ini dikelilingi sungai. Lahan gambut juga mengelilingi desa ini. Keindahan menyelimuti desa ini. Tak cuma itu, desa ini pun punya danau yang berair hitam khas gambut. Juga tumbuhan rasau yang bentuknya jika dari kejauhan seperti atol atau pulau karang kecil.

Sejumlah orang pun menyebut pemandangan di danau ini layaknya Raja Ampat. Keindahan ini juga didukung warga yang menjaga kelestarian alam desa ini. Mereka menjaga hutan gambut sembari mendapatkan nafkah dengan sarang walet.

Desa Muara Siran pun dijadikan sebagai percontohan karena berkontribusi mengurangi emisi karbon. Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin, pun mengatakan apa yang dilakukan Desa Muara Siran, merupakan gambaran kesadaran yang mesti diapresiasi dan dicontoh.

“Maka dari itu, selagi kita masih punya hutan, masih punya sumber daya alam, masih sama-sama dijaga. Jangan hanya kami (pemerintah), tapi masyarakat juga harus ikut serta, seperti apa yang dilakukan warga Desa Siran,” jelas Rendi belum lama ini. 

Desa Muara Siran memiliki luas 42 ribu hektare. Sekitar 80 persen wilayahnya merupakan hutan rawa, gambut, dan sungai kecil. Dahulu hutan di kawasan ini sering kebakaran. Namun, semua masyarakat telah berusaha menjaga agar tak ada kebakaran lagi.

Aktivitas mata pencaharian masyarakat secara tidak langsung turut serta menjaga  hutan di sekitar Desa Muara Siran. Salah satunya terkait dengan sarang burung walet yang dibangun di pinggir hutan. Dengan adanya sarang burung walet di pinggiran hutan, masyarakat juga turut tergerak dan peduli dengan kondisi hutan. (Advertorial)

Bagikan:

Pos terkait