TENGGARONG – Antusiasme menempati bangunan baru Pasar Tangga Arung Square rupanya masih terganjal realitas ekonomi. Sejumlah pedagang mengaku kesulitan memulai aktivitas berjualan karena keterbatasan permodalan untuk melengkapi fasilitas petak dan stok barang dagangan.
Meskipun secara fisik bangunan pasar sudah sangat layak, para pedagang harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan yang tidak sedikit.
Rania, salah seorang pedagang kuliner, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa mengisi petak barunya secara bertahap. Kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan alat dapur yang modern di pasar baru ini menjadi beban tersendiri.
“Saya kerjakan pelan-pelan, mulai nyicil gelas, meja, hingga mangkok. Kami sebenarnya ingin sekali segera buka, tapi keuangan belum mendukung sepenuhnya,” ujar Rania kepada media, Sabtu (3/1/2026).
Senada dengan Rania, Udin yang juga pedagang kuliner menyebut kesiapan lapaknya baru mencapai 70 persen. Ia telah merogoh kocek hingga Rp10 juta, namun memperkirakan masih membutuhkan tambahan modal sekitar Rp5-10 juta lagi untuk benar-benar siap beroperasi.
“Panci, kompor, hingga bahan baku itu modalnya besar. Jadi harus sabar,” tambahnya.
Hal yang sama dirasakan Andri, pedagang lainnya yang mengaku sudah mengeluarkan modal hingga Rp15 juta. “Persiapannya pelan-pelan karena keterbatasan modal kami,” keluhnya.
Tanggapan Pemerintah
Menanggapi keluhan tersebut, Pemkab Kukar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mendorong pedagang untuk tidak patah arang. Targetnya, saat pasar diresmikan oleh Bupati Aulia Rahman Basri nanti, seluruh petak sudah aktif beroperasi.
Plt. Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, menyatakan pemerintah telah menyiapkan skema bantuan melalui sektor perbankan daerah.
“Kami sadar kendala utama adalah sektor permodalan. Solusinya, para pedagang bisa mengajukan pinjaman melalui Program Kredit Kukar Idaman Terbaik di Bankaltimtara,” jelas Sayid.
Program ini dirancang khusus dengan bunga yang sangat rendah (bahkan nol persen pada skema tertentu) untuk mendorong pelaku usaha lokal agar bisa naik kelas.
“Kami ingin pedagang optimis. Pasar ini sudah nyaman dan modern. Dengan bantuan modal dari Kredit Kukar Idaman, kami harap transisi ke pasar baru ini bisa lebih cepat,” pungkasnya.
Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








