TENGGARONG — Tanaman gulma atau nafung di Desa Jantur Baru, Kecamatan Muara Muntai kembali menutupi sebagian besar perairan. Fenomena ini menarik perhatian masyarakat setelah dibagikan melalui media sosial oleh akun Info Kukar pada Selasa, 25 Juni 2025.
Dalam unggahan tersebut terlihat jelas perairan yang dipenuhi gulma. Sehingga dikhawatirkan akan menghambat aktivitas warga, khususnya warga yang memiliki keramba ikan.
Menanggapi situasi ini, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, saat dikonfirmasi oleh mediaetam.com menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu jika dibutuhkan.
“Kalau meminta Damkar, ini masalah peka. Untuk mengatasinya, Damkar juga punya pos di Muara Muntai. Kemungkinan pos Muara Muntai bisa ikut berpartisipasi membantu warga di Jantur,” ujarnya.
Fenomena nafung di Desa Jantur Baru, sebelumnya pernah terjadi pada tahun 2020 lalu. Saat itu, penumpukan nafung atau gulma ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan keramba ikan serta meningkatkan risiko banjir. Peristiwa tersebut bahkan sempat dianggap sebagai bencana lokal. Saat itu, warga bergotong royong untuk mengurai. Namun, daun-daun gulma masih terus melambai. Akibat gulma tersebut, saat itu akses transportasi warga yang biasanya melintasi persimpangan batas tiga desa yakni, Desa Jantur, Desa Jantur Baru, dan Desa Jantur Selatan, jadi terhambat. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)


