TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi menutup aktivitas perdagangan di Pasar Lapangan Pemuda, Kelurahan Panji, Tenggarong. Langkah ini diambil seiring dengan rampungnya proses relokasi para pedagang ke lokasi baru di Tangga Arung Square.
Sejak 5 Januari 2026, kawasan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pusat perbelanjaan sementara tersebut dinyatakan steril dari aktivitas jual beli. Petugas kini mulai melakukan pembongkaran instalasi dan pengamanan aset daerah di lokasi tersebut.
“Dihitung sejak 5 Januari kemarin, Pasar Lapangan Pemuda sudah tidak diaktifkan lagi. Tidak diperbolehkan ada aktivitas jual beli di situ,” tegas Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, Senin (12/1/2026).
Sebagai bentuk komitmen pengosongan lahan, Disperindag Kukar telah melakukan langkah-langkah teknis, mulai dari memblokir saluran air hingga menghancurkan sisa-sisa bangunan lapak yang ditinggalkan pedagang. Hingga saat ini, pemindahan pedagang ke Tangga Arung Square diklaim sudah mencapai hampir 100 persen.
Dijaga 24 Jam Sehari
Untuk mencegah adanya oknum yang kembali berjualan atau penyalahgunaan lokasi, Disperindag menempatkan personel pengamanan (satpam) untuk menjaga kawasan tersebut selama 24 jam.
“Kami bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menjaga lokasi itu agar tidak ada lagi yang berjualan, sekaligus mencegah area tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Sayid.
Langkah selanjutnya, Pemkab Kukar akan melakukan proses taksasi (penilaian harga) aset terhadap bangunan-bangunan yang masih berdiri untuk kemudian dilakukan proses lelang secara resmi.
Pembahasan mendalam mengenai nasib lahan ini akan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, dengan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar.
Sayid Fathullah membocorkan arah kebijakan pemerintah daerah ke depan adalah mengembalikan marwah lokasi tersebut sebagai fasilitas olahraga publik.
“Lokasi ini rencananya akan dikembalikan fungsinya sebagai lapangan bola, namun dengan versi yang berbeda dan lebih baik dari sebelumnya,” tutup Sayid.
Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








