TENGGARONG — Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut mengusulkan pembangunan rumah sakit sebagai prioritas utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2026. Usulan ini muncul sebagai respon terhadap kebutuhan mendesak akan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dan memadai di wilayah mereka.
Plt Camat Kembang Janggut, Suhartono, menjelaskan bahwa pembangunan rumah sakit sangat penting mengingat posisi geografis kecamatan yang berada di antara dua kecamatan lainnya, Kenohan dan Tabang, serta menjadi jalur utama bagi masyarakat Kabupaten Kutai Barat yang sering melintasi Kembang Janggut.
“Rumah sakit ini tidak hanya akan melayani warga Kembang Janggut, tetapi juga akan menjadi penyangga bagi daerah hulu, terutama Kutai Barat. Keberadaannya sangat penting untuk menangani kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat sebelum pasien dirujuk ke rumah sakit besar di Tenggarong atau Samarinda,” ungkapnya.
Dengan jumlah penduduk mencapai 28.693 jiwa, Kecamatan Kembang Janggut saat ini hanya memiliki satu puskesmas dan 10 pustu yang melayani 11 desa. Seiring dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja yang datang ke wilayah ini, terutama di sektor perkebunan dan pertambangan, kebutuhan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap semakin mendesak.
Pemerintah kecamatan juga telah berkoordinasi dengan pihak desa dan menerima hibah tanah seluas 5 hektare dari masyarakat untuk lokasi pembangunan rumah sakit.
Saat ini, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) tengah melakukan survei dan kajian untuk menilai kelayakan proyek ini.
Sementara itu, Dinas Kesehatan masih menunggu hasil kajian dari BRIDA sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Namun, Suhartono menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya agar pembangunan rumah sakit ini bisa segera terwujud.
“Kami akan terus memperjuangkan agar rumah sakit ini dapat segera dibangun, meskipun eksekusinya akan tergantung pada keputusan pemerintah, apakah dilakukan secara bertahap atau langsung,” tutupnya. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)








