TENGGARONG – Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat prestasi sebagai daerah dengan penurunan angka stunting terbaik di Kalimantan Timur, setelah prevalensinya turun drastis menjadi 14,2 persen pada 2024. Penurunan ini jauh lebih besar dibanding rata-rata provinsi yang hanya bergerak dari 22,8 persen (2021) menjadi 22,2 persen (2024).
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat berbicara di Rapat Koordinasi Penurunan Stunting di Pendopo Odah Etam, Kamis 11 Desember 2025 menyampaikan apresiasinya pada seluruh pihak yang telah terlibat dalam program tersebut.
“Kutai Kartanegara patut berbahagia karena dinyatakan sebagai kabupaten dengan penurunan stunting terbaik di Kaltim. Angka ini tidak muncul begitu saja, melainkan hasil kerja bersama, ” ujar Aulia.
Ia menjelaskan, penurunan stunting Kukar berlangsung konsisten selama empat tahun terakhir. Dari 26,4 persen (2021), naik sedikit menjadi 27,1 persen (2022), kemudian turun signifikan menjadi 17,6 persen (2023), hingga mencapai titik terendah tahun ini.
Pendampingan Adalah Kunci
Menurut Aulia, pendampingan keluarga berisiko stunting menjadi strategi yang terbukti paling efektif. Pendampingan dilakukan oleh TPK—bidan, kader PKK, dan kader KB—yang menyasar langsung keluarga sasaran.
“TPK tidak hanya mendata, tetapi juga mendampingi keluarga agar mereka termotivasi melakukan pencegahan. Ini kunci agar tidak lahir anak-anak stunting baru,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa masih ada beberapa wilayah dengan angka stunting tinggi, sehingga peran TPPS kecamatan dan desa harus diperkuat. Intervensi spesifik dan sensitif, seperti edukasi gizi, pemenuhan pangan, sanitasi, hingga sinergi dengan sektor sosial dan pertanian, disebut tetap menjadi prioritas.
Aulia juga menekankan pentingnya monitoring berbasis data agar program benar-benar terukur. “Yang kita lakukan harus terstruktur dan terukur. Semua pihak harus terlibat, termasuk swasta dan organisasi masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kukar menargetkan penurunan stunting terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. “Mari kita wujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutup Aulia.
Redaksi Media Etam








