Potensi Unggulan Daerah Jadi Acuan RKPD Kukar 2024

Kabid Perencanaan Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D), Saiful Bahri. (Indah, Mediaetam.com)
Kabid Perencanaan Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D), Saiful Bahri. (Indah, Mediaetam.com)

Mediaetam.com, Kukar – Dalam meningkatkan dan mensejahterakan ekonomi masyarakat, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) 2024 mengacu pada pengembangan potensi ekonomi unggulan daerah yang berbasis Desa dan Kecamatan.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar Vanesa Vilna melalui Kabid Perencanaan Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D) Saiful Bahri mengatakan, sebelumnya telah dilakukan Musrenbang dari tingkat desa dan kecamatan. Didapatkan banyak usulan mulai dari infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, pertanian, kebutuhan dasardan lainnya.

“Sesuai dengan tema RKPD, yang menjadi prioritas kami itu pengembangan potensi ekonomi unggulan berbasis desa, Kecamatan. Dimana desa yang memiliki potensi pertanian atau lainnya yang bisa diunggulkan, itu yang akan kami dukung untuk pengembangannya,” ungkap Kabid P3D, Saiful Bahri. Kamis, (1/6/2023).

Dikatakannya, dari beragam usulan oleh Desa dan Kecamatan nantinya akan disesuaikan dengan kapasitas keuangan daerah, prioritas, hingga SDM.

Namun, pembangunan insfratruktur juga turut berperan penting dalam pengembangan potensi baik itu peningkatan jalan, pembangunan infrastruktur pendidikan, pelayanan dasar, kesehatan dan lainnya, karena sudah ada acuannya di-mandatory spending, seperti pendidikan 20 persen dari APBD.

“Jadi nanti dilakukan penyesuaian potensi pariwisata pengembangannya dan penunjangnya, baik untuk obyek wisatanya maupun SDM. Setiap wilayah memiliki potensi yang berbeda-beda dan itu harus ditopang infrastruktur dengan baik,” ujarnya.

Dirinya berharap kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyiapkan program kegiatan dengan matang, dan harus terus mengawal kegiatan-kegiatan pengembangan tersebut, agar semua rancangan dan rencana bisa terealisasi dengan baik dan lancar.

“Jadi perlu diperhatikan seperti dokumen-dokumen administrasi. Jangan sampai program kegiatannya gagal gara-gara persiapan yang kurang matang,” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)

Bagikan:

Pos terkait