Mediaetam.com, Kukar – Pembangunan Pasar Tangga Arung masih dalam tahap Pengerjaan revitalisasi. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berencana merelokasi ratusan pedagang yang masih berjualan di pasar tersebut dipindahkan ke Lapangan Pemuda Tenggarong.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten II Setkab Kukar, Wiyono mengatakan bangunan pasar itu akan dibongkar. Kemudian akan direvitalisasi dan ditargetkan pembangunannya rampung pada 2024 mendatang.
“Ada sekitar 300 pedagang yang akan direlokasikan di dua tempat yaitu Terminal Jonggon dan Lapangan Pemuda,” ungkap Asisten II Setkab Kukar, Wiyono. Kamis, (10/8/2023).
Saat ini, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan para pedagang di Pasar Tangga Arung untuk memastikan bahwa mereka sepakat jika harus dipindahkan sementara ke dua opsi tempat tersebut.
“Para pedagang memberi catatan ke pemerintah untuk segera melakukan pembongkaran merata, sehingga saat pedagang kembali ke gedung yang sudah direvitalisasi ini tidak menimbulkan kecemburuan antar sesama pedagang,” tuturnya.
Wiyono menyakini proses revitalisasi akan berlangsung dengan cepat, dan Pemkab Kukar dipastikan akan terus berkoordinasi dan melakukan kajian, sehingga pedagang dapat tetap bisa berjualan dengan fasilitas yang memadai.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasyid meminta agar Pemkab Kukar kembali mempertimbangkan dan melakukan kajian ulang terhadap rencana tersebut.
“Relokasi ini perlu dibahas ulang dengan matang. Jangan sampai pemindahan ini berefek kurang baik. Mengingat relokasi ini menyangkut nasib ratusan pedagang dan anggaran daerah,” ucap Ketua DPRD Kukar, Abdul Rasyid.
Menurutnya, jika dipindahkan ke Lapangan Pemuda tentu akan menambah anggaran daerah. Selain itu akan memengaruhi pembinaan anak-anak di Sekolah Sepak Bola (SSB), karena akan dibangun bangunan baru lagi di sana.
“Pembinaan SSB di Lapangan Pemuda sudah cukup bagus. Mereka sudah mencetak pemain unggul seperti Taufany. Dikhawatir jika relokasi ini berlangsung di sana, akan memutus proses pembinaan SSB dan untuk mengembalikan proses pemindahan ini kan cukup panjang,” terangnya.
Rasyid menyarankan lebih baik para pedagang dialihkan ke Pasar Mangkurawang. Mengingat pasar tersebut sangat luas, dan masih banyak lapak kosong yang tersedia.
“Saya harap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali dan mengawal relokasi ini dengan baik. Agar benar-benar ditata, sehingga kedepannya tidak menimbulkan masalah,” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)








