Penyanyi solo, Mahen berhasil menutup Kaltim Expo 2025 dengan meriah, lewat lagu-lagu galaunya. Namun ada satu hal yang menarik dari penampilannya di atas panggung; yakni jersey Borneo FC Samarinda yang dikenakannya.
Sabtu malam, 30 Agustus 2025, suasana hiruk pikuk terjadi di dalam aula utama Covention Hall GOR Kadrie Oening Samarinda. Di venue Kaltim Expo 2025 itu, beberapa petugas booth pameran mulai membongkar stand pamerannya masing-masing. Di malam terakhir sekaligus puncak, mereka berniat menutup pamerannya lebih awal –tidak menunggu sampai berakhirnya acara agar proses clear up dan loading out barang tidak perlu sampai dini hari.
Sementara itu, beberapa stand masih bertahan sampai detik akhir. Mereka melayani ribuan orang yang datang sepenuh hati. Tingkat kunjungan di malam tadi memang yang paling membeludak. Niat utamanya sih, mau nonton konser gratis. Sambil menunggu, mereka mengelilingi area pameran, mendatangi booth yang masih buka –bertanya tentang produk dan jasa yang disediakan, ataupun mengincar hadiah dari berbagai lomba.
Mahen Naik ke Panggung
Jelang jam 9 malam, panggung utama langsung menjadi pusat perhatian saat band lokal membawakan tembang ‘Kita ke Sana’ dari Hindia. Lanjut dengan tembang ‘Sialan’ milik Juicy Luicy. Suana langsung panas. Penonton larut dalam penampilan ‘sang penghibur’.
Berselang beberapa saat, personel band berganti. Pembawa acara pun meneriakkan nama Mahen, yang disambut histeris para gadis. Penyanyi 28 tahun itu pun naik ke panggung, membawakan lagu miliknya –yang meski dengan musik hingar bingar, belum bisa menggebrak suasana karena lagunya tampak kurang familiar bagi penonton.
Namun ketika tembang ‘Kau Luka yang Kurindu’ dibawakan, para penonton sontak bernyanyi bersama dengan pekik. Ada yang hanya karena suka lagunya, ada pula yang menyanyi penuh penghayatan.
Hits-hits lainnya seperti Seiman tapi Tak Seamin, Kenangan Terindah, Datang untuk Pergi, dan tentunya Pura-Pura Lupa menjadi sajian tak terlupakan bagi para penggemarnya.
Kenakan Jersey Borneo FC
Mahen mulanya tampil dengan bawahan panjang berwarna hitam, dengan atasan jaket hitam keabu-abuan. Setelah 2 lagu, ia melepas jaketnya bersama teriakan histeris para penonton.
Ternyata aksi melepas jaket itu adalah gimmick yang direncanakan. Karena di balik jaketnya, Mahen ternyata mengenakan jersey kandang Borneo FC Samarinda edisi musim lalu.
Meski jersey adalah pakaian sporty, Mahen tetap berhasil tampil elegan. Karena ia memasukkan jerseynya ke celana –sehingga tampil rapi. Lalu aksesoris seperti sapu tangan yang terikat di lehernya makin menambah kesan elegannya.
Warna jingga dari jersey juga menyatu dengan tata panggung. Sehingga tetap enak untuk dilihat.
Di luar itu, penggunaan jersey ini menandakan 2 hal. Yakni Mahen ingin memiliki ikatan dengan Kota Samarinda. Karena di tengah aksinya, ia sempat bertanya, “Di sini bagaimana cara menyapa kalian, supaya lebih akrab?”
“Bubuhan?
“Kalau aku sebut bubuhan, kalian jawab apa?” –hening.
“Apa kabar bubuhaaaaaan?” … “Baiiiiiiik.”
Kedua, Mahen memang dikenal sebagai anak bola banget. Borneo FC adalah entitas Kaltim di kancah sepak bola, tidak semua daerah memiliki tim profesional yang tampil di kasta tertinggi. Sehingga ia memanfaatkan momen itu untuk menunjukkan sisi lain dirinya.
Mahen Anak Bola Banget
Jauh sebelum malam tadi, Mahen memang mengaku sangat menggandrungi sepak bola. Bahkan ia memacari pemain Persija, Basia Putri pada 2021 silam. Selain itu, ia mengaku pernah ikut Sekolah Sepak Bola (SSB) yang dilatih Hamka Hamzah.
“Aku kalau ditanya lagu-lagu yang happening, banyak gak tahu. Tapi kalau ngobrolin bola, ayo deh!” Ungkapnya suatu hari, menekankan bahwa ia lebih paham sepak bola ketimbang dunia musik yang ia tekuni.
Untuk klub idola, Mahen mengaku sebagai penggemar klub terbaik di dunia dan akhirat, Manchester United! (gis)








