TENGGARONG. Hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya yang berada diantara wilayah Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara (Kukar) & Balikpapan tentunya sangat disambut dengan baik dan positif untuk pemerataan pembangunan.
Hanya saja menurut Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar Maman Setyawan, selama ini Kabupaten Kukar kurang mendapatkan perhatian bahkan jarang dilibatkan.
Rabu, (22/11), dalam agenda seminar hasil penelitian dampak keberadaan IKN terhadap potensi penerimaan & pengeluaran Kukar di Gedung Serbaguna Pemkab Kukar, Maman Setyawan yang dikonfirmasi mengatakan pasca seminar ini, apa yang menjadi pembahasan pihaknya akan dibawa dalam seminar nasional 5 Desember mendatang.
Dimana pihaknya berharap apa yang menjadi persoalan di Kukar dapat diperhatikan, seperti persoalan pelepasan 3 Kecamatan yang di antaranya diantaranya Samboja, Muara Jawa dan Samboja Barat, yang berdampak langsung terhadap perekonomian Kabupaten.
“Jelang seminar nasional, kami akan datang untuk menyajikan data yang saat ini tengah kami godok pasca pengembangan IKN. Harapan kami sederhana, yaitu pemerintah pusat bisa memperhatikan apa yang kami alami,” jelasnya.
“Karena selama ini kami merasa apa yang kami sampaikan terkesan tidak tersampaikan,” tegasnya.
Lanjut Maman Setyawan, Apalagi dengan lepasnya 3 Kecamatan ini cukup berdampak signifikan terhadap ekonomi di daerah. Pasalnya angka kehilangan anggaran yang diperoleh Pemkab Kukar terlepas dari investasi bangunan dll itu mencapai di Angka 2 Triliun.
“Harapan Kami ada komitmen khusus pemerintah pusat untuk mengganti angka yang akan hilang di Kukar pasca pengambangan IKN,” ungkapnya.
“Karena meski dalam kacamata pemerintah pusat 2 T itu kecil, tapi bagi kami di daerah itu besar dan Anggaran itu bisa bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Oleh Karena itu dijelaskan Maman Setyawan, kedepan dalam Seminar Nasional jika pihaknya tak nemui hasil kembali. Pihaknya akan mencoba untuk berkomunikasi ulang agar pemerintah pusat bisa memperhatikan apa yang selama ini kerap pihaknya suarakan.
“Kalaupun kemungkinan terburuknya kami tidak didengarkan lagi, kami akan tetap berusaha menempuh jalur lain agar apa yang kami sampaikan terdengar di pusat,” tutupnya (rm6/mediaetam.com)








