Sempat Chat Anak Lewat WA, Pria 43 Tahun Akhiri Hidup

ilustrasi
ilustrasi

TENGGARONG – Seorang pria berinisial M (43) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Kelurahan Tenggarong pada malam hari, peristiwa tragis itu pertama kali diketahui oleh anak korban sekitar pukul 22.00 Wita, (14/8/25).

Kapolsek Tenggarong, IPTU Budi Santoso, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, korban sempat mengirim pesan WhatsApp kepada anaknya sekitar pukul 21.00 Wita. Saat anak korban hendak ke kamar mandi, ia menemukan ayahnya sudah tidak bernyawa.

“Anak korban lalu meminta bantuan tetangga, namun warga tidak berani mengecek langsung. Akhirnya melapor ke Polsek Tenggarong dan RT setempat. Setelah RT tiba dan masuk ke rumah, korban ditemukan telah gantung diri,” ungkap IPTU Budi Santoso.

Petugas mengamankan barang bukti di lokasi kejadian. Pukul 22.30 Wita, jenazah dibawa menggunakan ambulans ke RSUD A.M. Parikesit, Tenggarong Seberang, dengan pengawalan polisi.

Pentingnya Kesadaran akan Kesehatan Mental
Kasus percobaan bunuh diri seperti ini menyoroti pentingnya kesadaran akan kesehatan mental di masyarakat. Banyak faktor yang dapat mendorong seseorang ke titik putus asa, termasuk tekanan hidup, masalah ekonomi, konflik keluarga, hingga gangguan kesehatan mental yang tidak ditangani dengan baik.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera cari bantuan. Berikut beberapa layanan kesehatan mental yang dapat dihubungi:

  • Layanan Sehat Jiwa Kemenkes RI (SEJIWA): 119 ext. 8
  • Yayasan Pulih: (021) 78842580 / 0813-1832-5166
  • Into The Light Indonesia (Pusat Pencegahan Bunuh Diri): intothelightid.org
  • Psikolog atau Psikiater Terdekat: Bisa diakses melalui puskesmas, rumah sakit, atau aplikasi kesehatan daring.
    Jangan ragu untuk berbicara dengan orang terdekat atau mencari bantuan profesional. Anda tidak sendirian, dan ada banyak pihak yang siap membantu.

Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait