TENGGARONG – Janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk memuliakan para penghafal Al-Qur’an bukan sekadar isapan jempol. Pada Senin (29/12/2025) sore, Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada sembilan orang qari dan hafiz asal kafilah Kukar yang sukses menyabet juara satu pada ajang MTQ Nasional ke-30 lalu.
Bertempat di Perumahan Grand Triti Residence, Jalan Gunung Belah, Tenggarong, penyerahan apresiasi ini berlangsung haru sekaligus membanggakan. Rumah-rumah tersebut merupakan hasil kerja sama Pemda Kukar melalui LPTQ dengan PT Cipta Geria Unggul.
“Sebagaimana janji kita sebelumnya, bagi anak-anak kita yang mendapatkan juara satu di tingkat nasional, kita berikan hadiah berupa rumah. Hari ini ada sembilan orang yang menerima,” ujar Bupati Aulia Rahman Basri usai prosesi penyerahan.
Untuk menjaga keadilan, penentuan unit rumah dilakukan melalui sistem pengundian. Bupati berharap hunian yang terletak dalam satu deret ini tidak hanya menjadi aset tempat tinggal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Kukar lainnya.
“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi agar mereka berlatih lebih giat. Tantangan ke depan adalah MTQ ke-31 di Semarang. Saat ini sudah ada 33 anak kita yang mengikuti seleksi. Harapan kita, Kukar bisa mengirimkan kontingen sebanyak-banyaknya dan meraih hasil terbaik,” tambah Bupati.
Ketekunan Tak Khianati Hasil
Salah satu penerima rumah, Ahmad Farid Lutfi Mubarak, tak mampu menyembunyikan rona bahagianya. Remaja berusia 17 tahun ini keluar sebagai juara satu nasional untuk kategori 1 Juz dan Tilawah.
Bagi Farid, pencapaian ini adalah buah dari ketekunan yang dipupuk sejak dini. Ia mengaku sudah mulai menggeluti dunia tilawah sejak usia empat tahun dan pertama kali mencicipi panggung MTQ pada tahun 2015.
“Saya berasal dari Semayang, Kecamatan Kenohan. Sejak sebelum sekolah memang sudah mulai belajar (tilawah),” tutur Farid malu-malu.
Mendapatkan hadiah rumah di usia yang masih sangat muda tentu menjadi kejutan besar baginya. Farid merasa sangat bersyukur atas perhatian luar biasa dari pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, senang sekali. Jarang sekali ada pemerintah yang memberikan hadiah rumah untuk para juara. Ini sangat luar biasa bagi kami,” ungkapnya tersenyum lebar.
Meski sudah meraih puncak di kategori 1 Juz, Farid tidak lantas berpuas diri. Ia sudah membidik target baru untuk ajang MTQ selanjutnya di Semarang.
“Insyaallah ke depan targetnya ikut cabang baru lagi, cabang 5 Juz dan Tilawah. Harapannya, pemerintah terus konsisten memberikan dukungan dan mengutamakan kesejahteraan peserta seperti ini,” pungkas Farid.
Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








