TENGGARONG SEBERANG –SMAN 3 Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara akan segera mempersiapkan skema kelas bilingual, alias penggunaan dua bahasa. Dalam penerapannya, sekolah tersebut akan mendapat pembinaan dari University of Adelaide, Universitas Mulawarman, dan juga Dinas Pendidikan Kaltim.
SMA Negeri 3 Tenggarong Seberang menggelar Workshop & Sosialisasi Kelas Bilingual Education–CLIL/EMI pada Selasa (15/10/2025). Acara ini bertema “Mempersiapkan Generasi Emas melalui Bilingual dan Internasionalisasi” yang menekankan transformasi pendidikan menuju kelas global, penguatan guru dan dosen CLIL/EMI, serta pengembangan sekolah pilot sebagai pusat inovasi.
Kegiatan dibuka dengan penampilan paduan suara siswa yang membawakan lagu Indonesia Raya dan lagu daerah Kutai. Kepala SMAN 3 Tenggarong, Winarno, membuka acara dengan sambutan berbahasa Inggris, disusul oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim M. Ruslie, Prof Sunardi dari FKIP Unmul, serta perwakilan Universitas Adelaide, Australia — McGee dan Khathy Watson.
Winarno menjelaskan bahwa kerja sama antara Universitas Adelaide, Unmul, dan Dinas Pendidikan Kaltim ini bertujuan memperkuat pembelajaran kontekstual berbasis bahasa Inggris tanpa meninggalkan bahasa Indonesia.
“Kita ingin siswa terbiasa belajar dengan teks berbahasa Inggris dan Indonesia. Bilingual bukan berarti meninggalkan bahasa ibu, tapi menambah kemampuan global mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, guru-guru juga akan mendapat pelatihan lanjutan hingga tahun depan. “Nantinya pihak Adelaide akan terus membina kami agar sekolah ini makin berwawasan global. Ini langkah awal menuju pendidikan yang lebih maju,” tambahnya.
Program ini diharapkan menjadi tonggak perubahan menuju sekolah berstandar internasional di Kutai Kartanegara.
Penulis: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com








