SPPG Beri Klarifikasi soal MBG Kelapa Muda di Muara Badak: Menunya Bukan cuma Itu!

Kepala SPPG Gas Alam Badak 1, Alih Tugas Abdi Nollima menyampaikan klarifikasi, Sabtu (14/2/26). (IST)

MUARA BADAK – Pihak Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) Gas Alam Badak 1 akhirnya buka suara terkait potongan video viral yang memperlihatkan pembagian buah kelapa muda kepada siswa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD N 001.

Kepala SPPG Gas Alam Badak 1, Alih Tugas Abdi Nollima, memberikan klarifikasi untuk menepis opini publik yang menganggap menu yang diberikan hanyalah kelapa muda saja.

Bacaan Lainnya

Alih menjelaskan bahwa pemberian kelapa muda tersebut merupakan bagian dari paket “menu kering” pengganti karena adanya kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) guru pada Selasa dan Rabu sebelumnya.

“Ada penggiringan opini bahwa kami hanya memberikan satu buah kelapa muda. Faktanya, menu pengganti yang kami berikan terdiri dari satu butir kelapa muda, roti abon berukuran sedang, telur rebus, dan susu,” tegas Alih, Sabtu (14/2/2026).

Awalnya, pihak SPPG berencana memberikan buah jeruk. Namun, karena paket menu tersebut menyertakan susu, tim ahli gizi mengambil langkah pencegahan demi kesehatan siswa.

“Pemberian susu bersamaan dengan jeruk berisiko menimbulkan gangguan pencernaan seperti diare pada anak-anak. Karena ketersediaan buah lain terbatas pada minggu tersebut, hasil koordinasi dengan pihak sekolah menyepakati kelapa muda sebagai solusi terbaik karena stoknya segar dan berkualitas baik,” jelasnya.

Video yang Viral hanya Potongan

Viralnya video tersebut berawal dari antusiasme siswa yang sangat tinggi saat menerima kelapa muda, hal yang tergolong unik dalam menu MBG. Sayangnya, video yang diunggah oleh pihak sekolah hanya memperlihatkan proses pembagian kelapa tanpa menyertakan pemberian totebag berisi roti, telur, dan susu.

“Kami menyadari kelapa muda adalah menu yang tidak umum disajikan, sehingga menimbulkan beragam penafsiran. Padahal, video aslinya dibuat untuk menunjukkan kegembiraan anak-anak,” tambahnya.

Menyikapi kegaduhan yang terjadi, pihak SPPG dan pihak sekolah telah mengambil langkah-langkah strategis : Penghapusan Video, Video Klarifikasi dan Evaluasi Internal.

“Saya mewakili staf SPPG memohon maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan ini. Ini akan menjadi bahan evaluasi kami dalam memilih bahan baku pendistribusian ke depannya,” tutup Alih Tugas Abdi Nollima.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait