Wujudkan Indonesia ASRI, DLHK Luncurkan Program ‘Kukar Beberseh’ di Sepanjang Turap Tenggarong

OPD dan Aparat yang terlibat membersihkan area lapangan parkir Pulau Kumala, Sabtu (14/2/26). (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) resmi meluncurkan program “Kutai Kartanegara Beberseh” pada Sabtu (14/2/2026) sore. Aksi perdana ini menyasar kawasan ikonik turap Tenggarong, yang menjadi magnet wisata bagi warga lokal maupun pendatang.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Tri Kuncoro, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut dari Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Bacaan Lainnya

“Kami sengaja memilih Sabtu sore karena kawasan turap sedang ramai pengunjung. Sebanyak 24 organisasi, mulai dari OPD seperti Kodim, Polres, hingga komunitas seperti PMII, Ansor, Karang Taruna, dan komunitas motor, ikut terlibat dalam aksi ini,” ujar Tri Kuncoro.

Prinsip Minim Sampah

Sepanjang rute dari area parkir Pulau Kumala hingga Taman Kota Raja, para peserta tidak hanya memungut sampah, tetapi juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat melalui pengeras suara.

Menariknya, aksi ini menerapkan prinsip minim sampah. “Seluruh peserta wajib membawa tumbler masing-masing untuk mengurangi produksi sampah botol plastik. Ini adalah bentuk komitmen nyata kami,” tambahnya.

Program “Kukar Beberseh” direncanakan menjadi agenda rutin mingguan. Lokasi sasarannya pun akan diperluas hingga ke Puncak Bukit Biru dan kawasan pantai di Kukar. Gerakan ini juga menjadi bagian dari ambisi besar Pemkab Kukar untuk meraih Piala Adipura pada tahun 2027, dengan Muara Jawa sebagai proyek percontohan.

Namun, Tri Kuncoro tidak menampik adanya tantangan besar dalam pengelolaan sampah di Kutai Kartanegara.

Untuk menekan beban TPA, DLHK mendorong pembangunan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di setiap kecamatan. Saat ini, sudah ada enam unit yang beroperasi, termasuk di Loa Kulu dan Tabang.

“Target kami, seluruh kecamatan nantinya memiliki TPS 3R sehingga sampah selesai dikelola di tingkat lokal, dan hanya residu saja yang dibawa ke TPA,” jelas Tri.

Selain itu, penguatan bank sampah di tingkat desa dan kelurahan akan terus didorong melalui program Kukar Idaman. Dengan keterlibatan aktif tingkat RT/RW, diharapkan pengelolaan sampah menjadi lebih mandiri dan sistematis di wilayah masing-masing.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait