Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat langkah dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penerimaan PAD Semester II 2024 yang digelar di Hotel Remzy Makassar, Kamis (13/5/2024). Acara ini menjadi ajang penting untuk mengidentifikasi pencapaian dan merancang strategi yang lebih efektif dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.
Langkah Strategis Melalui Evaluasi Menyeluruh
Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pendataan, Penetapan, dan Penagihan (P3) Bapenda, Erwan Riyadi, ini dihadiri oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berperan penting dalam pengelolaan PAD. Dalam forum tersebut, Dinas Perhubungan, Dinas PU, dan Dinas Pemuda dan Olahraga mempresentasikan capaian target pendapatan mereka, sekaligus membahas kendala serta rencana penguatan di masa mendatang.
“Evaluasi capaian target seperti ini penting untuk memberikan data yang komprehensif dan menjadi dasar perumusan kebijakan strategis. Hasilnya diharapkan dapat mengarahkan kita menuju pengelolaan pendapatan yang lebih baik,” ujar Erwan Riyadi.
Capaian Positif dengan Tantangan yang Perlu Dijawab
Hingga November 2024, realisasi PAD Kukar berhasil melampaui target yang ditetapkan. Dari target Rp732,9 miliar, tercapai Rp804,5 miliar, atau sekitar 109,68 persen. Meski pencapaian ini patut diapresiasi, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi, salah satunya adalah belum lengkapnya regulasi retribusi di beberapa sektor.
“Kita memerlukan langkah cepat dari OPD terkait untuk menyusun draft Peraturan Bupati yang dapat memperkuat pengelolaan retribusi daerah. Ini menjadi elemen penting dalam mengoptimalkan sumber pendapatan yang ada,” tambah Erwan.
Inovasi Digital untuk Efisiensi Pendapatan Daerah
Digitalisasi menjadi salah satu topik utama dalam rakor ini. Alfrida Kadang dari Bank Kaltimtara menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan pendapatan. Sistem digitalisasi dianggap mampu mendukung evaluasi capaian target secara real-time, mempermudah pengawasan, dan meningkatkan akurasi data.
“Kita tidak hanya berfokus pada angka, tapi juga membangun sistem yang berkelanjutan. Digitalisasi menjadi solusi untuk tantangan ini,” jelas Alfrida.
Kolaborasi Menjadi Kunci Sukses
Dalam forum ini juga ditekankan pentingnya sinergi antar-OPD untuk mencapai hasil optimal. Kasubid P2D M. Tauhid menyatakan bahwa koordinasi tidak hanya dilakukan dalam forum resmi seperti rakor, tetapi juga dalam komunikasi informal yang berkelanjutan.
“Kita harus terus menjaga komunikasi, baik melalui rakor yang terjadwal maupun kapan pun diperlukan. Langkah ini penting untuk memastikan semua pihak bergerak ke arah yang sama,” kata Tauhid.
Komitmen Bersama Melalui Kesepakatan Kinerja
Sebagai bagian dari upaya peningkatan PAD, rapat ini juga menghasilkan penandatanganan kesepakatan kinerja antara OPD dan Bapenda. Kesepakatan ini akan menjadi indikator penting dalam mengukur kontribusi masing-masing OPD terhadap PAD Kukar.
“Dengan adanya kesepakatan ini, kita berharap setiap OPD lebih fokus dan bertanggung jawab dalam mencapai targetnya. Ini adalah bagian dari komitmen bersama untuk terus maju,” ujar Erwan.
Harapan Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Melalui evaluasi capaian target yang rutin, Pemkab Kukar berharap dapat terus menjaga tren positif dalam pengelolaan PAD. Rakor ini sekaligus menjadi forum refleksi untuk memastikan setiap langkah yang diambil mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
“Setelah forum ini, kita akan lanjutkan dengan pertemuan di Tenggarong untuk memastikan seluruh pihak, termasuk OPD yang belum hadir, tetap terlibat dalam proses evaluasi ini. Sinergi menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan di masa depan,” tutup Erwan.
Dengan pendekatan evaluasi yang berkelanjutan dan strategi yang terarah, Pemkab Kukar optimistis dapat terus meningkatkan PAD sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan.








