Studi Tiru TPPS Kutai Timur: Belajar dari Sukses Kukar Turunkan Stunting

Tenggarong – Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi tujuan kunjungan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kutai Timur dalam studi tiru pelaksanaan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting, Rabu, 11 Desember 2024. Acara berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dari kedua daerah.

Asisten III Setda Kukar, Dafip Haryanto, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyebut keberhasilan Kukar menurunkan angka stunting dari 27 persen menjadi 17 persen dalam lima tahun terakhir adalah hasil upaya konsisten pemerintah daerah. “Kunjungan ini menjadi penyemangat kami untuk mempertahankan capaian yang ada. Kami berbagi praktik baik dengan TPPS Kutai Timur agar mereka dapat memanfaatkan pengalaman ini,” kata Dafip.

Achmad Junaidi, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur, mengapresiasi pencapaian Kukar yang dinilai signifikan. “Kami ingin mempelajari cara Kukar menurunkan stunting, yang bahkan dalam kurun waktu 2022-2023 saja berhasil turun beberapa persen. Ini pelajaran penting untuk kami terapkan,” ujarnya.

Saat ini, angka stunting di Kutai Timur masih cukup tinggi, yakni 29 persen menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), meski berdasarkan data MPPGM sudah mencapai 16,5 persen. Junaidi optimistis dengan sinergi yang kuat, target penurunan angka stunting di Kutim dapat tercapai. “Kalau ada komitmen dari seluruh pimpinan OPD yang duduk di TPPS, saya yakin angka ini bisa turun drastis,” tegasnya.

Arianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sekaligus Plt. DP2KB Kukar, berharap upaya Kukar dapat menginspirasi daerah lain. “Stunting adalah persoalan penting karena menyangkut generasi emas 2045. Kami ingin berbagi langkah strategis ini agar teman-teman dari daerah lain juga bisa berhasil,” katanya.

Melalui studi tiru ini, kedua daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting, menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. (Nur Fadilla Indah/Mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait