Syahrian Menggali Potensi Lewat Usaha Selada Hidroponik

Syahrian dan Kebun Hidroponik yang dia kelola (foto: Nur Faradillah Indah)
Syahrian dan Kebun Hidroponik yang dia kelola (foto: Nur Faradillah Indah)

Yang muda yang bertani, pantas disematkan untuk Syahrian. Alih-alih jadi pegawai kantoran atau tambang, Syahrian justru memilih jadi petani. Dengan semangat mudanya, Syahrian juga tidak sekadar bertani. Dia mengemas pertanian dengan modern dan menjanjikan keuntungan

Nur Fadillah Indah – Tenggarong

Syahrian adalah pemuda kelahiran Muara Muntai. Sejak 2022, dia mengembangkan Kebon Urang Hulu Farm di Jalan Gunung Sentul, Tenggarong. Kepada Mediaetam, Syahrian berbagi kisah usaha pertanian selada hidroponiknya ini.

Bacaan Lainnya

“Awal dari usaha selada ini hanya coba-coba saja. Tetapi setelah dijalani dan ditekuni ternyata potensi khususnya di hidroponik. Apalagi untuk jenis sayur selada potensial  untuk daerah-daerah perkotaan. Karena daerah kota ini kan urban yang memang butuh penggerak apalagi di sektor pertanian khususnya anak muda,” kisah Syahrian.

Alasan pemberian nama usaha “Urang Hulu” karena Syahrian sendiri dibesarkan di desa Muara Muntai yang masyarakat sebut sebagai wilayah penghuluan/ pedalaman. Juga, Muara muntai sendiri terkenal dengan sektor pertanian pada saat itu. Seiringnya waktu peminat menjadi petani berkurang dan akhirnya hilang sampai sekarang.

Syahrian lalu memutuskan mencoba merantau ke Tenggarong. Di sini, dia menunjukkan bahwa Urang hulu ini bisa berkarya dan juga, tidak hanya orang tua saja yang bisa bertani. Tetapi anak muda pun bisa dan masih ada anak muda yang mau membuat lahan pertanian di perkotaan khususnya Tenggarong. Tentu saja tidak mudah bagi Syahrian sebagai perantau dan memulai usaha sebagai petani.

“Tantangan utama saya dalam usaha selada itu di pengeluaran modal. Karena orang pasti selalu berbicara untung. Cara dia untung dengan memperbanyak menanam. Tetapi kadang mereka tidak berpikir untuk cara melempar/mendistribusikan/pemasaran selada saat panen,” jelas Syahrian.

Kebun Hidroponik yang dikelola Syahrian (Nur Faradillah Indah)
Kebun Hidroponik yang dikelola Syahrian (Nur Faradillah Indah)

Dia pun makin serius dengan pertanian modern. Maka dari itu, pada 2023, dia membuat badan hukum untuk usaha pertaniannya ini.

Kebun Urang Hulu sendiri menggunakan Hidroponik modern dengan menggunakan pipa, talang air. Sedangkan penggunaan konvensional sendiri fokus ke tanah dan polybag. Dari dua cara menanam itu mempengaruhi rasa selada. Jika selada mau agak manis maka metode budidaya nya menggunakan teknik hidroponik.

Syahrian juga menjelaskan pemasaran mereka. Untuk pemasaran produk selada, mereka menyasar ke pasar-pasar dan toko frozen food.

“Untuk masuk ke supermarket kami belum bisa. Karena menjaga produksi selada. Sebab, untuk 1 toko saja kita perlu 2.500 lubang. Jika diecer ke lain, susah perputarannya dan kasihan pelanggan tetap kami,” paparnya.

Untuk luas area lapak Kebun Selada Urang Hulu Farm sendiri seluas 15×25m dan rencana akan memperluas pekarangan selada lagi kedepannya.

“Harapan saya untuk UMKM selada di buatkan komunitas dan didata dari Dinas Pertanian atau penyuluhnya bisa langsung terjun kelapangan. Karena rata-rata petani selada itu berkembang sendiri/mandiri tanpa ada bantuan pemerintah. Apalagi adanya tagline pemerintah sekarang mau swasembada pangan dan ini salah satu kesempatan kita sebagai anak-anak muda menunjukkan potensi selada kami,” pungkas Syahrian. (Mediaetam.com)

Bagikan:

Pos terkait