Tenggarong — Cuaca cerah selama prosesi pelantikan, kebahagiaan tetap terpancar dari wajah para peserta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang resmi dilantik hari ini di Stadion Aji Imbut, Kukar. Salah satunya adalah A. Syurianta HF, peserta tertua berusia 56 tahun dari Dinas Sosial Kutai Kartanegara (Kukar).
“Setelah hari ini momennya cukup berbahagia untuk semua teman-teman yang sudah dilantik, Alhamdulillah tetap berjalan lancar,” ungkapnya kepada pihak Mediaetam.com (26/5/25).
Syurianta menceritakan kisah panjang pengabdiannya selama 18 tahun sebagai honorer di bidang kebencanaan. Ia mengaku bahwa panggilan jiwa telah menuntunnya untuk bertahan dan mengabdi di dunia sosial, khususnya dalam penanggulangan bencana.
“Niat hati bertahan ini karena jiwa, panggilan jiwa, karena di bencana. Sejak kecil memang sudah tertanam. Alhamdulillah memang ditunjukkan jalan ke bidang sosial, kebencanaan. Saya aktif di TAGANA, Taruna Siaga Bencana, dan selalu terlibat setiap ada bencana bersama relawan lain seperti BPBD Kukar dan Basarnas,” jelasnya.
Tak hanya itu, Beliau juga pernah menghadapi masa sulit sebagai honorer pada tahun 1991 hingga 2004, termasuk masa di mana ia bekerja tanpa gaji selama setahun. Bersama rekan-rekan sesama honorer, ia bahkan pernah langsung menghadap Bupati pada masanya untuk menyampaikan aspirasi mereka.
“Malam itu kami dipanggil Pak Sekda, akhirnya ada perjanjian bisa digaji selama 9 bulan. Tapi 2004 saya mundur dulu, sempat terjun di dunia olahraga bela diri kempo. Saya sempat meraih medali emas dan akhirnya bisa kembali mengabdi di Dinas Sosial dengan gaji awal Rp 830.000,” kenangnya.
Meski kini resmi menjadi PPPK, Syurianta menyatakan semangat pengabdiannya tidak akan padam, bahkan setelah pensiun.
“Karena niatan hati mengabdi. Walaupun nanti pensiun, saya masih ingin tetap berkecimpung di kegiatan kerelawanan. Harapan saya, pertama tentu untuk membantu keluarga, dan yang kedua karena panggilan pengabdian,” pungkasnya dengan penuh semangat. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)
*catatan revisi: Tulisan ini telah direvisi pada bagian usia yang semula 57 tahun menjadi 56 tahun. Redaksi memohon maaf atas ketidaknyamanan ini.








