Mediaetam.com, Kukar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) percepat penanganan stunting dengan cara raga pantas yakni penanganan stunting berbasis keluarga.
Raga pantas ini meliputi lima komponen paket bapak asuh dalam keluarga Idaman Ragapantas yakni pantas sehat, pantas pendidikan, pantas pangan, pantas tempat tinggal, pantas sejahtera.
Program telah dibuat sejak 2019 lalu, dan akan dikembangkan lagi pada tahun ini. Dengan menetapkan program penanganannya berbagi peran yakni Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS).
“Penanganan stunting berbasis keluarga ini bulan depan nanti akan dilakukan presentasi dan launching terhadap programnya. Dan akan dipersiapkan peran dari bapak asuh, mulai dari kami jajaran pejabat, pimpinan tinggi pratama, pejabat operator, pengawas dan sebagainya,” ungkap Bupati Kukar, Edi Damansyah, Jumat, (5/5/2023).
Tak hanya mempersiapkan jajaran tingkat kabupaten, camat hingga para kepala desa dan lurah dalam melakukan penawaran dan pendataaan, Edi mengatakan akan melakukan penyebaran kepada perusahaan-perusahan dan masyarakat lainnya sebagai bapak asuh stunting.
“Nanti dilakukan penyebaran juga kepada teman-teman dunia usaha, para perusahaan di ring-ring satunya juga akan diberikan peran. Finalnya perencanaan ini nanti dibulan depan,” pungkasnya.
Sementara, Kadinkes Kukar, Martina Yulianti mengatakan konsep (BAAS) tersebut adalah para Bapak Asuh ini nantinya berperan sebagai donatur yang membantu target sasaran melalui dana rutin yang disumbangkan setiap bulan.
“Target sasarannya berasal dari keluarga stunting dan keluarga berisiko stunting, yakni calon pengantin, ibu hamil dan anak-anak baduta maupun balita,” ujarnya.
Dirinya berharap semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah atau lembaga untuk bergotong-royong dalam menangani pencegahan stunting. Sehingga, dapat berkontribusi secara optimal dalam mencapai target nasional penurunan stunting di angka 14 persen pada 2024 mendatang. (Indah Hardiyanti)








