Tidak Bisa Sendirian Turunkan Angka Stunting

ilustrasi wilayah Kutai Kartanegara (mediaetam.com)
ilustrasi wilayah Kutai Kartanegara (mediaetam.com)

Kukar – Data Kutai Kartanegara tahun 2022, angka stunting di kabupaten ini sebesar 27,1 persen. Masih perlu banyak hal dilakukan untuk menurunkan angka stunting ini. Tetapi, tentu Pemkab Kukar tidak bisa sendirian. Butuh kerja sama dari berbagai sektor agar bisa menuai hasil yang diharap.

Sekda Kukar Sunggono menjelaskan, Sinergi besar ini selanjutnya diharapkan menghasilkan output berupa komitmen bersama serta rencana intervensi gizi yang meliputi aspek promotif, preventif serta penanganan kasus stunting secara terintegrasi dan konvergen yang dapat dilaksanakan pada tahun berjalan serta termuat dalam rencana kegiatan tahun depan.

Peran besar unit masyarakat terkecil yaitu keluarga dalam upaya penurunan stunting sangat penting. Strategi dan mekanisme penguatan keluarga ini dirancang melalui penguatan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berada di tiap Kecamatan. Sungguh besar peran TPK ini dalam melakukan pendekatan kepada keluarga terutama dalam bentuk pendataan dan penemuan kasus secara dini, edukasi, serta pendampingan pada keluarga risiko stunting.

Jadi dalam menyusun rencana intervensi ada baiknya dilakukan penguatan kepada TPK ini agar mereka lebih mampu melakukan pendampingan pada keluarga. 

“Kepada para Camat sebagai Ketua TPPS saya berpesan agar lebih memperkuat fungsi koordinasi mulai tingkat desa/ kelurahan, Kecamatan bahkan konsultasi ke tingkat Kabupaten,” ucapnya.

Sekda kemudian menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua pihak, seluruh pemangku kepentingan baik lingkup pemerintahan maupun pihak swasta yang telah bekerja keras dan bekerjasama dalam upaya penurunan stunting. Tentunya masih banyak pekerjaan rumah yang belum dapat diselesaikan dalam upaya integrasi penurunan stunting ini.

“Saya mengharapkan agar seluruh pemangku kepentingan dapat terus secara konsisten berfokus dalam melakukan upaya signifikan yang terintegrasi dalam penurunan stunting di Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

Bagikan:

Pos terkait