Tingkatkan Perekonomian Warga, PemDes Perangat Baru Akan Kembangkan Potensi Kopi Luwak    

Bupati Kukar, Edi Damansyah di Perkebunan Kopi Luwak Desa Perangat Baru. (Istimewa)
Bupati Kukar, Edi Damansyah di Perkebunan Kopi Luwak Desa Perangat Baru. (Istimewa)

Mediaetam.com, Kukar – Desa Perangat Baru, Kecamatan Marangkayu dikenal memiliki sejumlah potensi di bidang usaha kecil menengah (UKM) khususnya perkebunan kopi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang banyak diminati oleh petani, dan menjadi salah satu komoditas unggulan di Kukar yaitu Kopi Luwak.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Perangat Baru, Fitriati mengatakan Kopi Luwak di Desa Perangat Baru tak hanya mampu menarik minat di Kalimantan saja, melainkan juga hingga ke pulau Bali.

“Untuk saat ini luas lahan yang maksimal memproduksi baru 2 hektare di atas lahan seluas 25 hektare. Jadi masih di pasarkan di lokal saja,” ucap Kepala Desa Perangat Baru, Fitriati. Kamis, (27/4/2023).

Dengan demikian, Pemerintah Desa (PemDes) Perangat Baru berencana akan mengembangkan sektor perkebunan kopi luwak untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kopi Luwak itu dijual dengan harga yang cukup fantastis yaitu Rp 4,5 juta per-kilogramnya. Jadi potensi inilah yang akan kami jadikan program khusus di desa,” ungkapnya.

Dikatakannya, saat ini jumlah petani kopi yang ada di desa Perangat Baru ada sekitar 50 orang yang sudah melakukan penanaman kopi. Selain itu, PemDes Perangat Baru merencanakan akan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna memaksimalkan pengelolaan produksi kopi luwak.

“Dengan bekerja sama dengan BUMDes untuk meningkatkan perekonomian petani kopi dan dapat membantu Pendapatan Asli Desa (PADes),” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)

Bagikan:

Pos terkait