TPA Kukar Diprediksi Penuh pada 2027, DLHK Siapkan Pemindahan Lokasi dan Optimalisasi Dana RT

Kondisi teranyar TPA Bekotok Tenggarong. (Dilla/Media Etam)

TENGGARONG – Tingginya produksi sampah di Kukar yang mencapai 354 ton per hari, membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saat ini bakal kepenuhan tahun depan. Sebelum ‘keos’, DLHK kini mulai memikirkan skema pemindahan lokasi sekaligus mengupayakan pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan masing-masing menggunakan Dana RT.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Tri Joko Kuncoro, mengungkapkan bahwa meskipun 163 unit armada (truk, konvektor, hingga pick-up) sanggup mengangkut seluruh sampah tersebut, masalah besar menanti di hilir.

Bacaan Lainnya

“Kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) kita diperkirakan akan penuh pada tahun 2027. Ini masalah yang sangat mendesak. Kita harus segera memikirkan pemindahan lokasi TPA ke kawasan yang lebih luas dan representatif,” ujar Tri Joko, Rabu (25/2/2026).

Opsi Prioritas: Pindah Lokasi

Saat ini, DLHK tengah menimbang beberapa alternatif lokasi untuk TPA baru, di antaranya: Kelurahan Loa Ipuh Darat, Kelurahan Jahab, Desa Bendang Raya, dan Desa Rapak Lambur.

“Lokasi-lokasi tersebut kami lihat cukup luas, tapi ini belum pasti karena masih dalam tahap kajian,” tambahnya.

Selain mencari lahan baru, DLHK Kukar terus mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah dari rumah melalui Bank Sampah. Tujuannya agar volume sampah yang berakhir di TPA bisa berkurang drastis.

Tri Joko membeberkan, sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau digunakan untuk budidaya maggot sebagai pakan ternak. Sementara sampah anorganik seperti plastik bekas minuman bisa didaur ulang menjadi barang bernilai ekonomis.

Pemkab Kukar Kukar juga memberikan dukungan konkret melalui program anggaran Rp150 juta per RT. Tri Joko mendorong agar dana tersebut dimaksimalkan untuk pengelolaan sampah di tingkat paling bawah.

“Dalam juknisnya, dana RT itu bisa digunakan untuk pengelolaan sampah. Bisa untuk pengangkutan di wilayah masing-masing, atau bahkan mengadakan pelatihan pengolahan sampah. Kami ingin masalah sampah tuntas dari lapisan terbawah, sehingga yang sampai ke TPA benar-benar hanya residu,” jelasnya.

Terkait fasilitas, Pemkab Kukar telah membantu pengadaan truk sampah di hampir seluruh kecamatan pada tahun lalu. Selain itu, pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) terus dikebut.

“Tahun lalu sudah terbangun enam TPS3R, seperti di Loa Tebu, Loa Kulu, dan Muara Kaman,Tabang dan lainnya. Fungsi TPS3R ini sangat vital untuk memilah dan mengolah sampah sebelum dibuang, yang secara otomatis membantu mengurangi beban volume sampah Kukar,” pungkasnya.

Laporan: Nur Fadillah Indah/mediaetam.com

Bagikan:

Pos terkait