Janji La Ode Ilyas dan Harapan Pemerintah Daerah untuk KONI Berau

La Ode Ilyas (tengah) saat ditetapkan sebagai Calon Ketua Umum KONI Berau di Gedung Exclusive, Jalan AKB Sanipah II, Tanjung Redeb pada Senin (20/2/2023) dini hari. [Christian / Mediaetam.com]
La Ode Ilyas (tengah) saat ditetapkan sebagai Calon Ketua Umum KONI Berau di Gedung Exclusive, Jalan AKB Sanipah II, Tanjung Redeb pada Senin (20/2/2023) dini hari. [Christian / Mediaetam.com]

Mediaetam.com, Berau – Hasil Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Berau telah ditetapkan di Hotel Exclusive, Jalan AKB Sanipah II, Tanjung Redeb, pada Senin (20/2/2023) dini hari.

La Ode secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Umum KONI Berau masa bakti 2023-2027. Dirinya terpilih setelah lolos verifikasi pencalonan dari Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Berau dengan meraup dukungan sejumlah 25 Cabor.

Beberapa program kerja pun dijanjikan oleh pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua I KONI Berau itu. Dirinya berkomitmen untuk meningkatkan prestasi olahraga di Bumi Batiwakkal.

Komitmen itu tidak terlepas dari pengalaman La Ode saat membawa Porprov VII Kaltim ke Kabupaten Berau sebagai tuan rumah.

“Setelah kita berhasil menarik Porprov VII Kaltim, ternyata masyarakat Berau sudah melihat betapa pentingnya olahraga. Bahkan, untuk pencalonan ketua umum KONI saja ada 7 kandidat yang mendaftar.

Saya melihat bahwa olahraga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan daerah,” tuturnya.

Terbukti saat pesta olahraga bergengsi itu, Berau berhasil mendulang 198 emas dan bertengger di posisi kedua. Kendati demikian, La Ode menyebut masih ada agenda untuk para atlet yang harus dikawal, yakni Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2023.

“Tantangan ke depan memang tidak mudah, mulai dari Pra PON hingga PON 2023, tentu akan melibatkan banyak atlet yang sudah berjaya. Hal itu perlu kita rawat.

Karena itu, saya berkomitmen kepada seluruh atlet terutama yang berhasil membawa harum nama daerah pasti akan dilibatkan. Apalagi hal itu merupakan momen penting bagi kami agar memberikan warna untuk Kaltim,” ungkapnya.

Selanjutnya, La Ode berkomitmen akan melakukan perawatan terhadap beberapa venue yang telah diwariskan dari kepengurusan KONI sebelumnya. Terutama Stadion Mini Olympic di Teluk Bayur yang akan dimaksimalkan untuk pembinaan para atlet.

“Kemarin, setelah acara Porprov ada kabar terkait kursi stadion yang berantakan. Hal itu karena kami semua memang belum maksimal dalam memperhatikan aset-aset tersebut,” imbuhnya.

Untuk target berikutnya La Ode juga berjanji akan melanjutkan pembangunan 2 venue olahraga yang belum dituntaskan pada Porprov kemarin, seperti pembangunan Gedung Beladiri Bahampas dan Sport Hall.

“Kami akan tagih dua bangunan itu. Karena sebenarnya kami berat hati saat Porprov lalu gedung seperti CB Sport dan PJA Sport kita sewa sebagai venue karena memang kita tidak punya gedungnya. Ke depan, dua bangunan itu akan menjadi program utama kami,” ucapnya.

Adapun mengenai peristiwa gejolak saat Musorkab kemarin, La Ode menyebut tidak terlalu menanggapi serius. Dirinya hanya menganggap bahwa gejolak dalam musyawarah itu merupakan dinamika dalam berorganisasi.

“Memang mekanisme KONI ini berbeda dengan organisasi lainnya. Ada yang namanya Raker yang menjadi tempat untuk beradu argumen karena kita lihat di provinsi juga sama seperti itu, makanya ada dualisme. Bahkan, hingga ke pusat mekanismenya juga sama kok,” katanya.

“Jadi, kalau ada di Berau saya sudah tidak heran karena memang sudah saya prediksi jika ada calon yang digugurkan oleh TPP, maka pasti ada yang bereaksi.

Sementara, mereka lupa antara Raker dengan Musorkab itu adalah bagian yang tidak terpisahkan. Nah, pendewasaan dalam memahami itu sebenarnya belum ada di teman-teman Cabor lain,” sambungnya.

Di sisi lain, terkait pergantian pucuk pimpinan KONI Berau ini juga mendapat atensi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Beberapa harapan disampaikan kepada ketua umum terpilih demi mendulang prestasi olahraga di Bumi Batiwakkal.

Pj Sekda Berau, Agus Wahyudi mengatakan bahwa pemerintah sudah terlibat dalam penyediaan sarana dan prasarana olahraga. Sehingga, dirinya pun meminta agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para atlet.

“Sarana-prasarana yang sudah ada itu mesti berjalan lurus dengan peningkatan prestasi para atlet. Seperti renang, kita punya fasilitas yang standar nasional bahkan internasional. Atlet kita harus dibina dengan sarana dan prasarana yang memadai ini,” tuturnya.

Agus menyebut ada beberapa evaluasi dan pembenahan yang harus dilakukan oleh ketua umum terpilih, seperti pembinaan para atlet. Menurutnya, KONI harus bekerja ekstra untuk memanfaatkan fasilitas yang ada sesuai kebutuhan atlet.

“Seperti sepak bola, saya sangat mengharapkan ada pelatih nasional yang memang berpengalaman. Kalau perlu kita bayar pelatih itu demi memajukan sepak bola. Termasuk cabor lain harus ada kesempatan itu,” pungkasnya. (*/Christian)

Editor: Elton Wada

Bagikan:

Pos terkait