Lurah Saroni: Pemuda Teluk Bayur Harus Dilibatkan dalam Pengelolaan Stadion Mini

Lurah Teluk Bayur, Saroni [Christian / Mediaetam.com]
Lurah Teluk Bayur, Saroni [Christian / Mediaetam.com]

Mediaetam.com, Berau – Lurah Teluk Bayur, Saroni meminta agar para pemuda di kelurahannya dapat dilibatkan dalam pengelolaan Stadion Olympic Mini Teluk Bayur.

Hal itu disampaikannya saat agenda musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Teluk Bayur yang digelar di Pendopo Kecamatan, Kamis (2/3/2023).

Saroni mengaku para pemuda di kelurahan itu memiliki keinginan besar untuk ikut andil dalam merawat stadion yang pernah menjadi salah satu venue andalan di ajang Porprov VII Kaltim 2022. Apalagi, stadion tersebut berada di wilayahnya.

“Banyak permintaan dari para pemuda agar stadion itu dikelola oleh mereka. Mereka berharap stadion itu dapat digunakan untuk para remaja maupun anak-anak yang mendambakan olahraga di Kelurahan Teluk Bayur,” tuturnya.

Rencananya stadion tersebut akan difungsikan sebagai sarana latihan dan pembinaan bagi para pemuda maupun anak-anak Kelurahan Teluk Bayur yang memiliki kecintaan terhadap sepak bola atau atletik.

Tidak hanya itu, mereka juga meminta agar stadion yang sudah dibangun sejak 2020 itu dimanfaatkan sebagai venue untuk mengadakan event-event olahraga di kelurahan tersebut.

“Kami harus memanfaatkan stadion ini karena merupakan fasilitas yang sudah ada di wilayah kami. Intinya, semua ini untuk pembinaan para atlet di kelurahan kami,” tegasnya.

Terkait subjek pengelola, Saroni menyebut akan berkomunikasi dengan berbagai elemen mulai dari Karang Taruna, KONI, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

Kondisi Stadion Olympic Mini itu pun masih berada dalam keadaan yang layak, walaupun telah cukup lama tak digunakan untuk aktivitas kompetisi olahraga.

Camat Teluk Bayur, Endang Iriani menerangkan bahwa wewenang pengelolaan Stadion Olympic Mini merupakan tupoksi yang diberikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Termasuk pembiayaan dan perawatan bangunan tersebut.

Pemuda Teluk Bayur tentu tidak akan mampu mengelola stadion tersebut karena pengelolaannya membutuhkan biaya yang sangat besar.

“Sementara kelurahan tidak ada dana. Yang ada hanya kampung / desa. Biar saja itu dikelola oleh Dispora dulu. Karena kalau OPD yang kelola, ada dananya untuk pemeliharaan stadion,” sebutnya.

Kendati dikelola oleh dinas terkait, tanggung jawab merawat dan memelihara stadion tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

Karena itu, peran masyarakat Teluk Bayur tentu sangat dibutuhkan, mengingat lokasi stadion tersebut berada di wilayahnya.

“Tidak bisa hanya diserahkan kepada Dispora saja. Memang harus melibatkan masyarakat kecamatan dan kelurahan yang berhak menjaga stadion itu,” pungkasnya. (*/Christian)

Editor: Elton Wada

Bagikan:

Pos terkait