Mediaetam.com, Berau – Pemadaman listrik yang masih terjadi di Berau hingga saat ini ditengarai juga oleh aktivitas mesin yang bermasalah.
Permasalahan itu teletak pada salah satu sudu turbin yang patah setelah ditinjau oleh tim teknis dari Cina.
Jika tidak diperbaiki dan mesin terus dipaksakan beroperasi maka akan berakibat pada kecelakaan kerja.
Sekretaris PT Indo Pusaka Berau (IPB), Yono Purwanto, pengelola PLTU Lati menyatakan bahwa pihaknya akan berusaha secara maksimal untuk mengatasi masalah itu.
Pihaknya pun sudah berdiskusi dengan tim pelaksana sudu turbin dari Cina dan menjadwalkan agar kerusakan itu dapat diselesaikan pada 23 Maret.
Saat ini, alat itu juga sedang dalam proses pengiriman dari Cina.
Karena itu, pihaknya berharap agar tidak ada kendala yang timbul selama proses pengiriman hingga pemasangan nanti.
“Kita usahakan agar di tanggal 20-an itu sudah selesai,” harapnya.
Selain perbaikan mesin itu, daya listrik yang selama ini dialirkan juga ke PT Berau Coal akan diupayakan lebih maksimal ke PLN.
“Kita sudah koordinasi dengan PT Berau Coal. Untuk kondisi-kondisi tertentu kita sudah stop.
Kalau memang tengah malam ada spare beban maka kita suplai.
Biasa pagi kita sudah stop ke Berau Coal. Kalau kita operasi dua unit itu kita nett 10 MW.
Sebagian kita pakai sendiri untuk motor-motor sehingga net 10 MW kita ke PLN,” sambungnya.
Terkait kontrak dengan Berau Coal yang sudah berakhir, pihaknya pun sudah membuat amandemen.
“Masih dengan harga lama. Kemudian ada beberapa proses yang kalau kita evakuasi daya dari Berau Coal akan ada kompensasi,” terangnya.
Pembagian daya dan penentuan tarif itu pun masih dibicarakan dengan pihak PLN sesuai kontrak baru yang sudah dibuat.
“Kemarin mereka minta proses itu sampai bulan Mei karena dia harus bertujuan ke PLN pusat, kemudian ke Kementerian ESDM.
Karena ada harga kenaikan batu bara maka kita minta kompensasi ke PLN untuk naikkan harga juga.
Proses dari PLN sampai ke pusat ini yang memakan waktu cukup lama,” bebernya.
Bupati Berau Sri Juniarsih saat memantau PLTU Lati, Senin (6/3/2023), meminta agar pihak IPB dapat segera memasang alat itu setelah tiba di Berau.
“Perjalanan ke Berau itu satu minggu dan harus ada proses di Bea Cukai kemudian ke Berau,” jelasnya.
Sri meminta agar sebelum Bulan Ramadhan segala kerusakan itu dapat diperbaiki dan pemadaman yang selama ini terjadi, tidak terjadi lagi untuk seterusnya.
“Karena hal ini memang sudah cukup lama, dan mohon kesabarannya kepada masyarakat,” pintanya.
Selain itu bupati pun berharap agar tidak ada lagi suplai daya ke perusahaan.
“Jadi, pelayanan listrik khusus untuk masyarakat Berau. Tidak lagi ke perusahaan,” kuncinya. (*/Elton Wada)
Editor: Elton Wada








