FPBI Kembali Dinakhodai Andi Bakhtiar

SAMARINDA – Forum Pemuda Bahari Indonesia (FPBI) kembali dinakhodai Andi Bakhtiar. Hal ini setelah diadakan Kongres Luar Biasa (KLB) akibat organisasi yang dirasa vakum.

Forum yang berpusat di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) itu, menggelar KLB yang dipimpin Steering Comitte, Koordinator, Nina Iskandar asal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Anggota Eka Merdekawati asal Kaltim, dan Anggota Faisal Abdullah.

“Dengan ini, diputuskanlah saudara Andi Bahktiar terpilih sebagai Ketua Umum DPP FPBI Periode 2023 sampai dengan 2028,” tegas Nina selaku pimpinan sidang KLB FPBI tahun 2023 sembari mengetuk palu persidangan sebanyak 3 kali.

KLB yang digelar melalui Virtual Zoom itu, dihadiri oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW), Dewan Pengurus Cabang (DPC) se Indonesia. Seluruh peserta kongres mengaku menyepakati keputusan KLB demi menyelamatkan roda organisasi.

“Ada beberapa hal yang memang menjadi landasan sulitnya organisasi ini berkembang. Seperti masa jabatan kepemimpinan hanya di batasi selama 2 tahun. Ini jadi hal yang buat tidak produktif. Dan kawan kawan pun sudah berupaya, namun memang itu terlalu singkat. Akhirnya ini menjadi keputusan penting. Perubahan konstitusi tentang masa jabatan menjadi salah satu faktor yang harus disikapi,” ungkap Nina pada media.

Andi Bahktiar yang kini kembali menduduki kepemimpinan FPBI di tingkat nasional itu mengakui, FPBI masih harus berbenah. Mulai dari sistem pengkaderan, hingga pemahaman ideologi organisasi. Ia berharap agar, seluruh stakeholder dapat berkolaborasi untuk lebih peduli pada lingkungan pesisir.

“Potensi kader-kader FPBI di Indonesia harus segera dibangun lebih besar, konsolidasi yang kuat, pengadvokasian yang berjenjang, dan ilmu kelautan yang harus diberdayakan dan diturunkan ke masyarakat pesisir harus segera diterapkan,” paparnya.

Untuk diketahui, FPBI adalah salah satu organisasi yang berusaha memberdayakan kelompok pemuda di pesisir, sejak 2012. Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Hadi Mulyadi pun mengungkapkan kebanggaannya atas FPBI. Ia juga menyebut, lahirnya FPBI tak lepas dari Kaltim. Sepengetahuan Hadi, kelahiran FPBI pertamakali di bahas di tanah Kaltim tepatnya di Samarinda.

“FPBI di Kaltim jelas akan menjadi salah satu mitra pemerintah dalam mempercepat program program pemerintahan terkhusus wilayah pesisir di kaltim. Banyak hal yang bisa dikerjasamakan. Doa saya, semoga FPBI di Kaltim menjadi organisasi yang memberikan solusi positif bagi kesejahteraan warga pesisir,” tutup Hadi.

Bagikan:

Pos terkait