Adanya Kalender Islam Global Dibutuhkan Supaya Tidak Terjadi Perbedaan Menentukan Lebaran Idul Fitri

Petugas Masjid Al-Musyariin mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Jakarta, Minggu (1/5/2022). Pemantauan hilal yang dilakukan menggunakan teropong tersebut memastikan Idul Fitri 1443 H jatuh pada 2 Mei 2022. (Liputan6.com)
Petugas Masjid Al-Musyariin mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Jakarta, Minggu (1/5/2022). Pemantauan hilal yang dilakukan menggunakan teropong tersebut memastikan Idul Fitri 1443 H jatuh pada 2 Mei 2022. (Liputan6.com)

 

Mediaetam.com, Jakarta  –  Berdasarkan perhitungan Pusat Astronomi Internasional yang berpusat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah akan jatuh pada Jumat, 21 April 2023.  hilal Syawal kemungkinan sudah terlihat pada Kamis, 20 April yang bertepatan dengan 29 Ramadhan, namun di beberapa negara di Asia dan Australia kemungkinan sulit melihat hilal di tanggal tersebut.

Bacaan Lainnya

“Negara-negara Islam diperkirakan akan melihat bulan sabit Syawal pada hari Kamis, 20 April. Dalam keadaan seperti itu, sebagian besar negara Islam mungkin mengumumkan Jumat, 21 April sebagai hari pertama Idul Fitri,” tulis unggahan Pusat Astronomi Internasional dikutip dari Liputan6.com Jum’at, 14/04/23.

Sementara itu, di Indonesia, sesuai dengan keputusan Pusat Astronomi Internasional, 1 Syawal jatuh pada tanggal 21 April juga sudah ditetapkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kemungkinan akan terjadi perbedaan merayakan Hari Lebaran Idul Fitri di tanah air karena pemerintah Indonesia berpedoman pada kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Besar kemungkinan jumlah hari Ramadhan berdasarkan kriteria MABIMS ini ada 30 hari, sehingga pemerintah akan menetapkan 1 Syawal 1444 H jatuh pada Sabtu, 22 April 2023.

Masih terjadinya perbedaan menentukan Lebaran Idul Fitri karena belum adanya kalender Islam global. Menurut Syamsul Anwar, dalam mewujudkan Kalender Islam Global, dibutuhkan prinsip, syarat, dan kriteria (parameter).

Prinsip-prinsip kalender global Hijriah meliputi keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia, penggunaan hisab, kesatuan matlak, globalisasi visibilitas hilal, dan penerimaan Garis Tanggal Internasional. Keselarasan hari dan tanggal di seluruh dunia artinya satu hari satu tanggal di seluruh dunia.

“Syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan Kalender Islam Global adalah syarat imkanu rukyat di suatu tempat di muka bumi dan syarat singkronisasi kawasan ujung barat dan ujung timur bumi,” katanya.

Terhadap kawasan ujung barat, kalender harus dapat menjaganya agar tidak dipaksa menunda masuk bulan baru dengan alasan menanti kawasan ujung timur padahal hilal sudah terpampang di ufuknya. Sebaliknya kalender tidak pula boleh memaksa kawasan ujung timur bumi memasuki bulan baru pada hal kawasan itu belum mengalami konjungsi.

Selain prinsip dan syarat, diperlukan juga kriteria. Pada Kongres Istanbul Turki 2016, salah satu kriteria Kalender Islam Global yang paling ditekankan adalah seluruh kawasan dunia dipandang sebagai satu kesatuan di mana bulan baru dimulai pada hari yang sama di seluruh kawasan dunia tersebut.

 

Sumber : Perbedaan Menentukan Lebaran Idul Fitri karena Belum Adanya Kalender Islam Global

Editor : Muhammad Amin Khizbullah

Bagikan:

Pos terkait