Hati-Hati, Borneo FC! Persija Bukan Macan Ompong

Lefundes sedang memberikan intruksi pada pemainnya pada persiapan jelang laga kontra Persija. (BFCS)

Jelang Derby Orens, Borneo FC wajib mewaspadai Persija. Macan Kemayoran memang telah kehilangan 7 poin dari 4 laga terakhirnya. Rekor pertemuan dengan Pesut Etam pun memprihatinkan; hanya sekali menang dari 10 perjumpaan terakhir. Tapi Pesut Etam yang unggul segalanya, tak boleh sedikit pun meremehkan tamunya. Karena meski sedang terluka, Persija bukanlah macan ompong!

Oleh: Ahmad A. Arifin (Dang Tebe) –Pengamat Borneo FC

Bacaan Lainnya

Mendekati pukul 22.00 pada 22 September lalu, saya larut dalam ledakan kebahagiaan usai Peralta mencetak gol kemenangan Borneo FC Samarinda ke gawang Persis. Laga yang dikuasai sepenuhnya oleh tuan rumah, lesakan 29 tembakan, penuh tekanan dan frustasi, akhirnya berakhir manis lewat cara yang dramatis.

Jam 22.50 di malam yang sama, Fabio Lefundes mengatakan, “Saya akan menikmati kemenangan ini sampai jam 12 malam nanti. Lewat dari itu, saya sudah akan memikirkan laga melawan Persija.”

Itu adalah pemikiran profesional dari pria Brasil. Entah datang dari kebiasaan, atau  intuisi bahwa kali ini timnya akan mendapat terpaan badai besar.

Beberapa menit sebelum Lefundes mengatakan itu, saya sendiri sudah merasakan sedikit waswas. Ini adalah 5 laga pertama yang dilalui Pesut Etam pada Super League musim ini. Semua berakhir dengan kemenangan. Mereka menciptakan rekor baru dalam era modern sepak bola dalam negeri.

Di klasemen, meski masih memiliki 1 laga simpanan akibat penundaan. Jika pun tim-tim di bawahnya meraih kemenangan pekan ini (7 laga), Borneo FC masih akan berada di puncak (dengan hasil 5 laganya).

Fakta ini terlalu manyala, tapi kenapa saya waswas? Karena saat ini, Pasukan Samarinda tengah berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut. Tekanan udara semakin rendah, tapi laju angin semakin brutal. Badai siklon dengan kecepatan sapuan lebih dari 100 km/ jam sedang mengintai mereka.

Persija; Antara Macan Ompong atau Badai Siklon

Rasa waswas itu semakin pekat setelah menyadari bahwa lawan berikutnya adalah Persija. Di atas kertas, peluang Persija menang kali ini cukup kecil. Di awal musim ini, mereka berjalan tergopoh-gopoh. Mengawali dengan 2 kemenangan meyakinkan (4-0 dan 3-0) atas Persita dan Persis. Macan Kemayoran tiba-tiba kehilangan taringnya di 4 laga berikutnya. Di jumlah laga itu, mereka hanya meraih 1 kemenangan. Tiga laga lainnya berakhir dengan 2 hasil imbang dan 1 kekalahan.

Kekalahan itu mereka dapatkan di kandang PSM pekan lalu. Pun rekor pertemuan dengan Pesut Etam tidak berpihak pada mereka. Walau secara kumulatif Persija masih unggul dengan 11 kemenangan, 3 imbang, dan 10 kali kalah dari Borneo FC. Namun banyaknya kemenangan itu terjadi di masa lampau.

Pada 10 pertemuan terakhir misalnya, mereka hanya meraih 1 kemenangan, 2 imbang, dan 7 kekalahan dari tim Samarinda. Belum lagi, kemenangan terakhir mereka di Stadion Segiri terjadi pada 24 Januari 2018 silam. Itu hampir 8 tahun yang lalu.

Dengan setumpuk data itu, Persija tampak seperti macan ompong. Tapi sepak bola selalu dinamis. Dalam sekali hentakan dan sedikit keberuntungan, Macan Kemayoran bisa muncul sebagai macan garang. Atau ternyata –Persija lah sang badai siklon yang akan menghempas Borneo FC itu. Who knows?

Menghkawatirkan Apa Sih?

Begini, sepak bola selalu tentang data, drama, dan rangkaian fenomena. Kali ini, Pesut Etam dalam posisi yang rawan karena beberapa alasan. Pertama, dengan satu-satunya tim yang selalu menang sejauh ini, semua calon lawan akan mempersiapkan diri lebih kuat. Selalu akan seperti itu.

Dalam situasi itu, tak peduli tim papan bawah atau atas, mereka akan memiliki motivasi ganda untuk menjadi pembunuh raksasa. Ringkasnya, tim yang selalu menang akan menjadi musuh bersama.

Kedua, dalam kondisi mereka sedang diincar semua tim. Psikis pemain Borneo FC justru sedang bagus-bagusnya. Peluang untuk meremehkan atau menurunkan ‘tempo’ akan lebih besar. Bagaimanapun, perjuangan besar lahir dalam kondisi terjepit. Saat seseorang sedang berada di puncak, normal jika mereka merasa tak ada lagi yang harus dikejar. Walau tentu, situasi Borneo FC saat ini berada di puncak semu. Tapi Peralta dkk tetaplah manusia … manusia yang sedang tidak punya keresahan.

Ketiga, mempertahankan lebih sulit ketimbang memperjuangkan. Itu terjadi di semua aspek kehidupan. Termasuk di sepak bola. Hari-hari ini, mentalitas mereka akan ditekan untuk mempertahankan momentum dan kemenangan. Apalagi besok mereka akan bermain di kandang angkernya sendiri.

Nah, tekanan untuk mempertahankan tren positif dan keangkeran Segiri akan mengikat jiwa mereka. Ketika di pertandingan, terjadi sesuatu di luar kendali, misalnya Persija unggul dalam waktu yang cukup lama. Para pemain pasti goyah.

Membayangkan kemungkinan jatuh dari ketinggian yang terlalu tinggi, akan membuat pikiran mereka tidak tenang. Saya pun jadi khawatir, jika tanpa mentalitas yang tepat, Rivaldo cs akan bermain dalam pikiran kacau yang justru membawa mereka pada kejatuhan yang ingin mereka hindari itu.

Percaya pada Lefundes

Saya berani jamin, Persija yang dibekingi puluhan ribu Jakmania, tak akan bisa tidur nyenyak. Ridho dkk akan mencari momentum bangkit, secepatnya. Laga melawan Borneo FC, sang pemuncak klasemen sekaligus tim yang belum tersentuh, akan semakin menyengat adrenalin mereka. Ini adalah level bahaya yang terlalu tinggi bagi tuan rumah.

Namun saya masih memiliki keyakinan Pasukan Samarinda akan kembali menang. Meski harus kembali susah payah. Alasannya sederhana, keberadaan Fabio Lefundes.

Pieter Huistra masih menjadi pelatih Borneo FC terfavorit saya. Tapi Fabio Lefundes yang kedatangannya diragukan, punya tempat spesial di mata saya. Ia merusak permainan Ala Borneo yang dibangun Huistra. Namun dengan cara yang bisa diterima.

Borneo FC di tangannya berubah menjadi tim yang reaktif dan pragmatis. Lefundes lebih mementingkan hasil ketimbang cara main. Itu lah alasan Pesut Etam mendapatkan 5 kemenangan beruntunnya. Sejauh ini, ia selalu menerapkan taktik berbeda di setiap pertandingannya. Itu yang membuat saya yakin, kali ini, sekali lagi, pria Brasil akan menemukan taktik yang tepat untuk meredam keganasan Persija. Sekaligus mencari solusi untuk memborbardir pertahanan Macan Kemayoran yang dikawal 2 penggawa Timnas Indonesia. (has)

Bagikan:

Pos terkait