Mediaetam.com, Samarinda – Persoalan banjir masih menjadi momok utama bagi masyarakat kota Samarinda, apalagi ketika terjadi hujan yang cukup lebat sebagian masyarakat yang daerahnya sudah menjadi langganan banjir pasti akan berharap-harap cemas agar banjir tidak terjadi.
Pemerintah dalam hal ini bukan tidak melakukan apapun dalam menangani banjir, bahkan penanganan banjir menjadi program utama pemerintah kota saat ini dan sudah banyak anggaran dan kegiatan yang di gelontorkan untuk menangani banjir.
Program yang telah dilakukan oleh Pemkot Samarinda ini pun mendapat komentar yang positif dari Ketua Komisi III Angkasa Jaya yang menyatakan bahwa sejauh ini program penanganan banjir sudah memberikan dampak yang bisa dirasakan oleh masyarakat namun dikatakan masih kurang maksimal.
“Untuk banjir kita lihat sekarang seperti apa? Ya berkurang tetapi tetap berdampak. Artinya kita harus memahami bahwa apa yang dikerjakan pemkot itu ada rasanya tapi belum maksimal,” jelasnya kepada awak media Kamis (13/5/2023).
Angkasa juga menerangkan dalam penanganan banjir selain pembuatan drainase juga harus ditunjang dengan cara lain seperti halnya pembangunan kanal baru, membangun polder, serta menormalisasi sungai yang ada di Samarinda dan meminta Pemkot Samarinda untuk tetap melanjutkan program penanganan banjir.
“Artinya ketika pemkot mengklaim saya sudah membuat gorong-gorong, dan lain sebagainya jangan bangga belum tuntas, kan masih tergenang cuman waktunya lebih pendek dari yang dulu. Target pemerintah itu belum selesai dan harus tetap dilanjutkan,” tegasnya
Kendati demikian, ia pun menyoroti terkait tambang yang juga menjadi salah satu faktor pemicu banjir sehingga ia berharap kebijakan yang sekarang sudah dipegang oleh pusat memberikan aturan yang tegas.
“Terutama menghentikan kegiatan tambang dan mengatur lahan perumahan buatkan perdanya ketegasannya, sementara kita berpikir kita mengatasi dampaknya tapi kita biarkan akhirnya gali lobang tutup lobang, kapan selesainya,” tandasnya. (Idham/adv/DPRD Samarinda)







