Novi Marinda Putri Sampaikan Pentingnya Perlindungan Hukum Bagi UMKM

Foto : Novi Marinda Putri Anggota DPRD Kota Samarinda Saat Melaksanakan Sosraperda
Foto : Novi Marinda Putri Anggota DPRD Kota Samarinda Saat Melaksanakan Sosraperda

Mediaetam.com, Samarinda – Kembali turun menemui masyarakat Anggota komisi II DPRD Kota Samarinda, Novi Marinda Putri menggelar Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Sosraperda) Tentang Perlindungan dan Pendistribusian Produk Lokal dan UMKM ke pasar Modern di Jalan Karang Mulya, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda Kamis (18/05/2023).

Ia mengatakan tujuan dibuatnya Raperda ini adalah untuk memberikan perlindungan hukum kepada para UMKM dan produk lokal yang ada di kota Samarinda untuk menjawab keresahan DPRD Samarinda dan masyarakat khususnya para pelaku UMKM yang kalah saing, karena menjamurnya pasar modern di kota Samarinda.

“Perda ini digagas tujuannya untuk dapat mengakomodir UMKM, ya memang kadang-kadang pasar modern itu pasaranya tinggi, sedangkan masyarakat kita untuk memenuhi standart yang tinggi itu memerlukan modal lebih,” ucapnya

Novi menambahkan, selama ini perosoalan dari pelaku UMKM di kota Samarinda, khususnya di Kelurahan Sungai Kunjang yakni kurangnya pembinaan dari Pemerintah kota melalui dinas Koperasi serta juga terkendala dari kurangnya modal untuk membuat produk yang memiliki standart tinggi.

“Sebenarnya yang menjadi kunci adalah pendataan dari dinas terkait, karena kita ketahui sampai hari ini datanya belum update, entah dari kecamatan atau dinas yang tidak update,” jelasnya.

Sementara itu, terkait modal usaha kader PAN itu menyampaikan bahwa pihak pemerintah kota saat ini memiliki program pinjaman tanpa bunga yakni program kredit bertuah yang bekerjasama dengan Bank Kaltim-Tara, kendati demikian informasi tersebut tidak tersampaikan secara menyeluruh kepada masyarakat.

Maka dari itu, untuk kedepanya pihaknya akan menyampaikan usulan dan masukan masyarakat kepada Dinas Koprasi agar persolaan pembinaan bisa segera ditindaklanjuti.

“Menurut saya, ini karena kurangnya sosialisasi, harusnya Pemerintah Kota membuat tim khusus turun ke masyarakat untuk mempromosikan apa yang menjadi program dari pemeritah itu sendiri,” tandasnya. (Adv/DPRD Samarinda)

Bagikan:

Pos terkait