Rp 100 Miliar Lebih untuk Pembangunan 5 Turap Tahun 2023

Kabid Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata. [Elton Wada / Mediaetam.com
Kabid Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata. [Elton Wada / Mediaetam.com

Mediaetam.com, Berau – Pembangunan turap di Kabupaten Berau pada tahun 2023 akan dikerjakan pada 5 titik, dengan estimasi anggaran yang dibutuhkan senilai Rp 100 miliar lebih.

5 titik turap yang akan dikerjakan tersebut antara lain berlokasi di belakang Kantor Bupati Berau, Tepian Sambaliung, Gunung Tabur Sisi Laut, Gunung Tabur Sisi Hulu, dan Gurimbang.

Kepastian pembangunan 5 titik turap itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau, Hendra Pranata, pada Rabu (31/5/2023).

Menurut Hendra, saat ini pembangunan turap pada 2 titik sudah selesai dilelang. Sedangkan 3 titik yang lain masih dalam tahap persiapan lelang.

“Yang sudah lelang dan akan dikerjakan itu yang ada di Sambaliung yang pembangunan lanjutan dan di Gunung Tabur Sisi Hulu,” jelasnya.

Terkait proses lelang, lanjut Hendra bukan menjadi kewenangan DPUPR. Proses lelang itu sendiri menjadi tanggung jawab Bagian Layanan Pengadaan (BLP).

“Sebelumnya kita sudah ada rapat Pre Construction Meeting (PCM). Dalam rapat PCM itu ada permintaan dari saya agar pekerjaan-pekerjaan minor diharapkan dapat dibuat lebih rapi dan lebih cantik. Pekerjaan minor itu seperti mempercantik taman, memasang lampu-lampu, dan sebagainya,” tandasnya.

Semua turap itu pun diharapkan dapat selesai dikerjakan pada tahun ini. Karena itu, proses lelang bagi yang belum, akan segera dipercepat termasuk membuat jadwal dan target untuk manajemen konstruksi.

“Manajemen konstruksi itu seperti menentukan bagian mana yang perlu dikerjakan, berapa lama pengerjaannya, dan memikirkan kemungkinan terbaik dan terburuk dari hasil pengerjaan sesuai waktu yang ditentukan,” bebernya.

Pembangunan turap itu lanjut Hendra bertujuan untuk mencegah abrasi dan longsor demi mengamankan aset atau fasilitas yang ada di atasnya baik itu tanah, bangunan, maupun jalan.

“Sedangkan kalau di sisi sungai mencegah pendangkalan. Jadi, konstruksi turap itu merupakan konstruksi pengamanan sungai,” kuncinya. (*/Elton Wada)

Editor: Elton Wada

Bagikan:

Pos terkait