Cegah Kanker Serviks, Anak Perempuan di Kaltim Bakal Dapat Vaksin HPV Pada 8 Agustus

ilustrasi pemberian vaksin
ilustrasi pemberian vaksin

Mediaetam.com, SAMARINDA –  Pemberian vaksin human papillomavirus (HPV) kepada anak-anak sekolah dasar, dapat jadi pencegahan paling efektif. Pada 8 Agustus, pemerintah pun merencanakan pemberian vaksin HPV untuk anak-anak di Kaltim.

Pengelola Program Imunisasi Dinkes Kaltim, Heny Afriani, saat menjadi pembicara Vaksin HPV Bagi Anak, menyampaikan sasaran vaksin ini adalah anak-anak.

Bacaan Lainnya

“Khususnya anak kelas 5 dan usia sekitar 11 tahun,” ungkapnya seperti dilansir dari laman Diskominfo Kaltim.

Pemberian vaksin ini, Heny sebut sangat efektif  mencegah penyakit yang penyebabnya infeksi virus, seperti kanker serviks. Pemberian ini bagus untuk anak-anak sekolah dasar yang belum aktif melakukan aktivitas seksual. Selain itu, anak memiliki sistem imunitas yang lebih baik daripada orang dewasa.

Sekolah bisa menjadi lokasi pelaksanaan vaksin HPV dosis pertama. Sementara dosis kedua jaraknya enam sampai dua belas bulan dari dosis pertama. Siswi kelas 5 mendapatkan vaksin HPV tersebut secara gratis dari pemerintah. Pihaknyaa juga menyasar anak-anak perempuaan yang tak sekolah. Karena vaksin ini bisa mencegah terjadinya kanker serviks.

“Pemerintah bertugas untuk memastikan semua anak perempuan mendapatkan vaksin HPV,” ungkapnya.

Dia juga menyebutkan pencanangan vaksin HPV pada 8 agustus 2023 serentak se Kaltim. Heny pun memastikan vaksin HPV yang pemerintah sediakan, memiliki kualitas keamanan dengan mutu yang terjaga.

Mengenalkan Vaksin HPV ke Masyarakat

Sejak tahun 2022, Kemenkes menjadikan vaksin HPV sebagai salah satu jenis vaksin dalam program imunisasi wajib nasional untuk anak perempuan usia 11–12 tahun. Vaksinasi ini mulai dikenalkan di seluruh provinsi di Indonesia mulai tahun 2023–2024.

Pada dasarnya, vaksin HPV dapat bekerja lebih optimal bila menginjeksinya sebelum aktif berhubungan seksual.  Karena belum berisiko terpapar virus HPV. Maka dari itu, vaksin ini termasuk program imunisasi wajib dari pemerintah untuk anak usia di bawah 15 tahun dengan pemberian dosis sebanyak 2 kali injeksi.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo pun meminta Pemerintah mensosialisasikan vaksin HPV. Sosialisasi ini karena  melihatjumlah kematian akibat kanker serviks di Indonesia terbilang tinggi.

“Sehingga banyak masyarakat memiliki pemahaman dan kesadaran untuk diberikan vaksin HPV,” kata Bamsoet, sapaan akrabnya dalam pernyataan resmi pada Kamis, 3 Agustus 2023

(redaksi)

Bagikan:

Pos terkait