Petani Loa Kulu Keluhkan Impor Sayur

Anggota DPRD Kukar, Yohanes Badulele Da Silva. (Indah, Mediaetam.com)
Anggota DPRD Kukar, Yohanes Badulele Da Silva. (Indah, Mediaetam.com)

Mediaetam.com, Kukar – Para petani Loa Kulu mengeluhkan 70 persen sayur yang masuk dari luar.  Hal ini mereka sampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Yohanes Badulele Da Silva.

Anggota DPRD Kukar Yohanes Badulele Da Silva beberapa waktu lalu mengatakan, hal ini terjadi bukan karena kurangnya minat bertani dari masyarakat. Tetapi  fasilitas yang kurang memadai.

“Belum lagi kondisi persawahan kita yang masih terganggu dengan adanya aktivitas pertambangan,” ujarnya.

Selain  itu, banyak tenaga kerja asal Loa Kulu yang memilih untuk bekerja di daerah lain. Hal ini cukup memprihatinkan. Untuk itu pihaknya berencana menggelar rapat bersama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kukar untuk membahas hal ini.

“Akan coba kita gelar rapat untuk menyampaikan persoalan ini. Sebenarnya sudah ada perda terkait tenaga kerja,” jelas dia. Hanya saja, belum ada pengesahan dan sosialisasinya.

Dirinya memastikan akan berupaya memenuhi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kukar.

“Terutama di Dapil saya yaitu Loa Kulu dan Loa Janan,” pungkasnya. (Indah Hardiyanti)

Bagikan:

Pos terkait