Kaltim Berupaya untuk Capai Target Penurunan Stunting

Kaltim Berupaya untuk Capai Target Penurunan Stunting
Kaltim Berupaya untuk Capai Target Penurunan Stunting (ist)

 

Samarinda – Upaya serius untuk memerangi stunting di Kalimantan Timur terus diperkuat dengan digelarnya Rembuk Stunting Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2023. Bertempat di Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim mengambil langkah strategis dengan membuka forum kolaboratif yang bertujuan untuk memadukan data dan program prioritas dalam percepatan penanganan stunting.

Bacaan Lainnya

Acara ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, yang dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kaltim, dia menekankan pentingnya kegiatan tersebut.

“Kami sangat percaya kabupaten dan kota sudah begitu peduli berkomitmen melakukan percepatan penanganan stunting. Apa yang sudah dilakukan TPPS kabupaten dan kota diharapkan kebijakan yang berbeda, namun bisa direplikasi di daerah lain sepanjang untuk kecepatan penanganan stunting Provinsi Kaltim,” kata Sri Wahyuni.

Dengan tema “Integrasi Data Program Prioritas Sebagai Dasar Percepatan Penurunan Stunting”, forum ini merupakan inisiatif untuk mengintegrasikan semua usaha dan inovasi yang telah dibuat di tingkat kabupaten dan kota dalam rangka menanggulangi masalah stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan publik di provinsi ini.

“Mudah-mudahan Rembuk ini menjadi ruang bagi kita bisa mengidentifikasi apa sesungguhnya yang menjadi kendala, solusi yang bisa kita ambil, juga rekomendasi yang diperlukan untuk mencapai target yang sudah ditetapkan,” lanjut Sri Wahyuni dengan harapan bahwa pertemuan ini akan membuahkan hasil konkret.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menetapkan target ambisius untuk menurunkan angka prevalensi stunting menjadi 12,83 persen pada tahun 2024. “Dalam rangka pencapaian target tersebut diperlukan upaya yang serius dan kerja keras dari seluruh pihak. Salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah mulai dari intervensi hulu sampai hilir, intervensi spesifik dan sensitif serta pendekatan pentahelix,” ungkap Sri Wahyuni, menyiratkan perlunya kerja sama yang erat antara semua stakeholder.

Kepala Bappeda Provinsi Kaltim, Yusliando, menambahkan bahwa Rembuk Stunting merupakan sarana untuk membangun komitmen bersama dalam mengakselerasi penurunan stunting yang terintegrasi, meliputi semua tingkatan pemerintahan dari provinsi hingga kabupaten dan kota.

Forum ini juga diharapkan dapat menjadi platform pembelajaran tentang best practice dalam penanganan stunting, dengan tujuan akhir adalah percepatan pencapaian target nasional dalam penurunan stunting.

Pertemuan ini menandai komitmen Provinsi Kalimantan Timur dalam mengintegrasikan usaha-usaha yang telah dilakukan, untuk tidak hanya bertukar kebijakan sukses tetapi juga untuk memahami dan menyelesaikan tantangan yang ada, menggarisbawahi pentingnya inovasi dan kerjasama dalam menanggulangi masalah stunting demi masa depan yang lebih sehat dan sejahtera bagi anak-anak di Kalimantan Timur.(Amin/Advertorial/Diskominfo Kaltim)

Bagikan:

Pos terkait