Tenggarong – Pekan Olahraga Spesial Daerah (PeSOda) I untuk para atlet Special Paralympic telah resmi dibuka di Halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh tokoh penting dari berbagai organisasi olahraga, termasuk Pengurus Pusat Special Olympics Indonesia (SOIna) dan para kepala daerah. Pembukaan acara ini disertai dengan defile para atlet dan atraksi kebolehan siswa siswi SLB Negeri Tenggarong.
Zukran, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, berbicara atas nama Bupati Kukar Edi Damansyah mengenai pentingnya olahraga dalam pembentukan karakter dan SDM yang unggul, serta dalam melahirkan olahragawan yang dapat bersaing di tingkat regional hingga internasional. PeSOda ini merupakan ajang berhimpun atlet untuk mencapai prestasi optimal.
“PeSOda ini adalah juga sebagai bentuk penjaringan atlet Special Olympic Indonesia (SoIna) yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan dilaksanakan setiap tahun guna persiapan ke tingkat provinsi, nasional maupun internasional,” kata Zukran dalam pesan tertulis Bupati.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa acara ini bukan hanya tentang kompetisi, namun juga sebagai sarana evaluasi dan pembinaan yang terarah untuk atlet-atlet spesial.
“Semoga event ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, dapat menjadi wahana bagi para atlet, untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya di bidang olahraga,” ujar Zukran.
Sekretaris Dispora Kukar, H Safliyansyah, turut memberikan komentarnya setelah pembukaan.
“Pesoda ini merupakan ajang yang khusus diselenggarakan untuk anak-anak bertalenta khusus di bawah naungan organisasi Special Olympics Indonesia (SOIna)” ujar Safliyansyah
Acara ini melibatkan 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, berlangsung selama tiga hari, dengan beragam cabang olahraga yang dilombakan termasuk atletik, renang, bocce, boccia, bulutangkis, sepak bola, dan tari daerah, semua dilakukan dalam semangat sportivitas dan kemajuan atlet berbakat.
Pemkab Kukar berkomitmen untuk mendukung perkembangan olahraga dan memberikan apresiasi kepada atlet yang berprestasi, serta menjamin tidak akan ada diskriminasi. Acara ini diharapkan menjadi titik tolak bagi para atlet untuk menunjukkan bakat mereka dan mengembangkan kemampuan olahraga.








