Samarinda,— Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah mengambil langkah signifikan dalam menangani masalah kekosongan jabatan kepala sekolah di berbagai tingkatan pendidikan di wilayah tersebut. Dalam supaya untuk mengatasi situasi ini, 20 kepala sekolah baru untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB telah dilantik.
Pelantikan ini diresmikan oleh Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, di Odah Etam, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kaltim, pada hari Kamis, beberapa waktu yang lalu. Keputusan ini merupakan tanggapan atas kekosongan di berbagai jabatan kepala sekolah yang telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
Dalam pidatonya, Akmal Malik mengungkapkan apresiasinya terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim yang telah bergerak cepat menangani masalah ini.
“Saya bertemu dengan Mas Menteri (Mendikbud) dan salah satu dirjen menanyakan tentang masih banyaknya kekosongan jabatan kepsek mulai tingkat SD,” kata Malik.
Salah satu tantangan utama dalam mengisi jabatan-jabatan ini, menurut Akmal, adalah masalah perizinan yang perlu diperoleh dari kementerian terkait.
“Untuk pengisian jabatan kepsek yang kosong kami harus izin. Untuk eselon 3 dan 4 kepada Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Otda,” ungkapnya.
Akmal, yang juga menjabat sebagai Dirjen Otda, menyatakan bahwa ada sekitar 100 jabatan kepala sekolah yang masih kosong di Kaltim, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK,SLB. Ia berjanji akan mempermudah proses perizinan sehingga jabatan-jabatan yang kosong dapat segera terisi.
“Buat aja daftarnya, ajukan. Tidak lama kok, insyaallah seminggu selesai,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, M Kurniawan, menyatakan bahwa selain pengangkatan 20 kepsek, pihaknya juga telah mengangkat 6 guru penggerak. Total, sejak tahun 2023, telah ada 30 guru yang diangkat menjadi kepala sekolah, dengan 10 di antaranya merupakan guru penggerak.
“Ini sejalan dengan agenda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tutup Kurniawan. (Amin/Advertorial/Diskominfo Kaltim)








