Trenggiling Dari Palaran Itu, Kini Hidup di Muara Kaman

Trenggiling dari palaran yang kini dilepasliarkan di Muara Kaman. (BKSDA Kaltim)
Trenggiling dari palaran yang kini dilepasliarkan di Muara Kaman. (BKSDA Kaltim)

SAMARINDA – Pada akhir November lalu, warga Palaran menemukan seekor Trenggiling di permukiman mereka. Setelah diobservasi, trenggiling dari palaran itu kini hidup di Kawasan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang.

Sebelumnya, pada hari Rabu, tanggal 29 November 2023 yang lalu, tim WRU BKSDA Kalimantan Timur menerima laporan. Saat itu, warga menemukan satwa liar jenis Trenggiling (Manis javanica) berada di pemukiman daerah  Kecamatan Palaran, Kota Samarinda. Kemudian tim WRU segera menuju lokasi dan melakukan serah terima trenggiling dari warga tersebut.

Bacaan Lainnya

“Saat diterima Trenggiling tersebut dalam kondisi sehat dan layak untuk dilepasliarkan,” jelas BKSDA Kaltim dalam keterangan tertulisnya.

Maka dari itu, tim WRU BKSDA Kalimantan Timur langsung membawa untuk segera dilepasliarkan, di kawasan Cagar Alam Muara Kaman Sedulang.

Satwa Trenggiling, terutama sisiknya masih menjadi incaran utama para pelaku kejahatan untuk diperjualbelikan. Trenggiling menghuni hutan alam primer dan sekunder.

Beberapa waktu lalu, temuan penyelundupan sisik trenggiling terbesar dalam dua puluh tahun terakhir, juga berhasil petugas gagalkan.  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berhasil mengungkap kasus perdagangan sisik Trenggiling yang hendak diselundupkan ke Surabaya melalui Pelabuhan Trisakti Kota Banjarmasin. Sebanyak 360 Kg sisik Trenggiling berhasil diamankan petugas. Keberhasilan Pengungkapan kasus ini adalah berkat sinergi antara Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Selatan, Balai KSDA Kalimantan Selatan, dan Balai Gakkum Wilayah Kalimantan.

Penangkapan tersangka, bermula saat sisik yang sudah dikemas dalam 8 kotak kardus akan dikirim ke Surabaya dicurigai oleh Bea Cukai sebagai rokok ilegal.

Hutan Kalimantan memang menjadi habitat satwa ini. Trenggiling menyukai wilayah yang cenderung lembab, kaya akan serasah dan pohon lapuk. Mamalia pemakan semut dan tak bergigi ini juga mampu hidup di kebun sawit. Tetapi menjadi petaka karena trenggiling semakin mudah diburu dan diangkut. (Redaksi)

Bagikan:

Pos terkait