Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Diarpus Kukar) baru-baru ini menggelar Bimbingan Teknis untuk memperkenalkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) kepada Kelurahan dan Desa di Kecamatan Tenggarong. Pembentukan aplikasi SRIKANDI ini bertujuan untuk mempermudah pengelolaan arsip secara lebih efektif, efisien, dan terstruktur, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.
Acara dimulai dengan penyampaian laporan dari Arsiparis Ahli Muda, Hj. Mahdanur Saftuti, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Diarpus Kukar, Hj. Aji Lina Rodiah. Dalam sambutannya, Hj. Aji Lina Rodiah menekankan pentingnya teknologi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di tingkat kelurahan dan desa.
“Dengan adanya aplikasi SRIKANDI, kami berharap pengelolaan arsip menjadi lebih mudah diakses, lebih praktis, dan tentunya lebih efisien,” ujarnya.
Bimbingan Teknis ini mengundang perhatian peserta yang terdiri dari perwakilan kelurahan dan desa setempat. Para peserta diberikan penjelasan mendalam tentang fitur-fitur utama dalam aplikasi SRIKANDI, manfaat penggunaannya, serta cara mengoperasikan sistem tersebut.
Penjelasan tersebut disampaikan oleh dua narasumber ahli, Endang Sri Wahyuni dan Roni Fadillah. Keduanya memaparkan bagaimana aplikasi ini dapat membantu mempermudah pengelolaan arsip dalam bentuk digital, memungkinkan dokumen untuk diakses kapan saja dan di mana saja tanpa harus bergantung pada arsip fisik.
Dengan diimplementasikannya aplikasi ini, Diarpus Kukar berharap dapat menciptakan sistem arsip yang lebih rapi, transparan, dan mudah dipantau. Peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan simulasi langsung, sehingga mereka bisa lebih memahami cara menggunakan aplikasi SRIKANDI dalam pengelolaan arsip sehari-hari.
Kegiatan Bimbingan Teknis ini berlangsung di Ruang Rapat Diarpus Kukar pada hari Kamis, 7 November 2024. Harapannya, seluruh peserta dapat membawa pulang pengetahuan baru yang dapat meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di lingkungan mereka masing-masing. Dengan teknologi, pengelolaan arsip yang dulu rumit kini menjadi lebih sederhana dan cepat.








