Tenggarong— Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat tonggak penting dalam pembangunan wilayah pedesaan. Saat ini, seluruh 237 desa di Kukar telah berhasil keluar dari kategori desa tertinggal. Capaian ini menjadi indikasi kuat atas kemajuan pembangunan yang terus didorong oleh pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa fokus utama sejak tahun 2022 adalah mendorong desa-desa berkembang untuk naik status menjadi desa maju dan desa mandiri.
“Kami terus melakukan pembinaan intensif agar desa-desa yang berkembang bisa segera berstatus desa maju dan selanjutnya menuju desa mandiri,” ujar Arianto, Rabu (7/5/2025).
Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga dukungan lintas sektor di tingkat kabupaten. Saat ini, terdapat 24 desa yang tengah dibina agar segera naik kelas menjadi desa maju, dengan visi jangka panjang untuk mencapai kemandirian desa secara menyeluruh.
Arianto menambahkan bahwa proses pembinaan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas aparatur desa, termasuk pengenalan terhadap indikator-indikator baru dalam sistem penilaian Indeks Desa Membangun (IDM).
“Kami terus mempercepat upaya ini dengan melakukan pendampingan langsung di lapangan, serta mensosialisasikan indikator baru dalam penilaian Indeks Desa Membangun (IDM),” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi antarsektor dalam membangun desa, khususnya untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan. Pendekatan ini tidak hanya menjamin pembangunan yang merata, tetapi juga memperkuat transparansi dalam pengelolaan dana desa.
“Pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Kami juga akan terus mendukung pengelolaan dana desa yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.
Dalam mendukung penguatan ekonomi lokal, DPMD juga memprioritaskan pengembangan UMKM desa dan perluasan akses digital untuk memperluas pasar bagi produk unggulan desa. Langkah ini dinilai penting agar kemandirian desa tak hanya terbatas pada aspek tata kelola, tetapi juga mencakup daya saing ekonomi dan keberlanjutan berbasis potensi lokal.
“Kami ingin seluruh desa di Kukar berkembang dan mandiri. Pembinaan ini akan terus kami lakukan agar target ini tercapai secepatnya,” tutup Arianto.








