TENGGARONG – Sebanyak 161 kepala keluarga (KK) atau 644 jiwa terdampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama banjir yang sempat mencapai ketinggian tiga meter tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Abdal, menyampaikan untuk ketinggian air mulai mengalami penurunan sejak pukul 21.18 WITA, Jumat malam (20/6/2025).
“Banjir ini terjadi akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kukar, khususnya Kecamatan Tabang. Kami terus memantau situasi di lapangan,” tuturnya.
Adapun desa-desa yang terdampak banjir meliputi Sungai Lunuq, Sidomulyo, Muara Pedoon, dan Kampung Baru. Berdasarkan pendataan sementara, Desa Sidomulyo RT 05 mencatat 45 KK atau 180 jiwa terdampak, sementara RT 04 sebanyak 53 KK atau 212 jiwa. Di Desa Kampung Baru RT 01, sebanyak 63 KK atau 252 jiwa turut terdampak.
Sementara itu, banjir yang sebelumnya menggenangi Desa Sungai Lunuq dan Desa Muara Pedoon dilaporkan telah surut.
Namun, pihak BPBD belum mendapatkan data pasti terkait jumlah penduduk yang sempat terdampak di dua desa tersebut.
“Kami sudah terima laporan bahwa dua desa ini airnya sudah surut. Kami terus berkoordinasi lintas sektor dan mengingatkan regu pencarian serta pertolongan untuk bersiaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan turun ke lapangan,” tambahnya.
Pemantauan di lokasi terdampak akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar membaik.
“Mudah-mudahan air segera surut sepenuhnya dan aktivitas warga bisa kembali normal,” tutupnya. (Nur Fadillah Indah/mediaetam.com)
baca juga: Banjir Rusak Tambak, Petani Minta Induk Unggul








